JAKARTA - Dikenal sebagai sutradara ternama, Dimas Djayadiningrat ternyata telah melalui perjalanan karir yang cukup panjang. Kesuksesan tersebut tidak diraihnya melalui jalan yang begitu mulus.
- Baca Juga: Daftar Lengkap Nominasi Dahsyatnya Awards 2017
Sebelum menjadi sutradara seperti sekarang. Djay, sapaan akrabnya ternyata sempat menggarap sampul album beberapa artis papan atas.
Sadar memiliki talenta di bidang seni, Djay pun menekuni bakatnya dengan menjadi mahasiswa desain grafis di salah satu universitas swasta di Jakarta.
Memperoleh ilmu dari bangku kuliah, kemudian ia gunakan untuk berkarya dengan komunitas musisi di Gang Potlot yang tak lain tempat berkumpulnya musisi-musisi muda sekaligus markas grup band Slank.
Kesempatan untuk menunjukkan bakatnya pun pertama kali ia peroleh ketika band yang dipunggawai Anang Hermansyah, Kidnap memintanya untuk menjadi desainer sampul album.
Kesempatan ini tidak dilewatkan Djay dengan sia-sia. Ia pun menyanggupi projek dari Kidnap tersebut. Kreativitas Djay pun mulai terasah sehingga musisi lain mulai memintanya untuk kembali menggarap desain sampul album.
Beberapa musisi yang sempat digarap sampul albumnya oleh pria kelahiran 24 Agustus 1973 ini antara lain Slank, KLA Project dan Oppie Andaresta.
Selain menggarap sampul album, Djay pun tak sungkan untuk bekerja serabutan. Mulai dari menggulung rol film sampai menjadi fotografer band pun ia lakukan.
Berbekal kepercayaannya bahwa apa yang ia lakukan selama ini tak akan sia-sia, mengantarkan Djay kepada ajakan seorang teman untuk terlibat dalam penggarapan video klip. Kesempatan itu langsung ia terima.
Dengan terlibat dalam penggarapan video klip tersebut, Djay pun memiliki kesempatan untuk belajar. Dari situlah Djay mulai memahami tata artistik, lighting dan penyutradaan.
Pengetahuan tersebut akhirnya mengantarkan Djay menjadi art director video klip Slank yang berjudul Membunuh Sepi. Hebatnya, proyek pertamanya ini meraih gelar Best of Art Director. Pencapaian ini membuat namanya melambung. Tawaran untuk membuat video klip dan iklan pun kian berdatangan.
Djay pun kemudian mendirikan rumah produksi Rexinema pada 1997. Rexinema pun menjadi awal kesuksesan Djay sebagai sutradara film terbaik Indonesia. Ia pun sempat merajai tangga box office melalui beberapa film yang digarapnya.
Beberapa film Djay yang sukses di pasaran yaitu Tusuk Jelangkung, Bangsal 13, 30 Hari Mencari Cinta, Hingga Quickie Express. Melalui karyanya ini, Djay sukses mengangkat pamor film-film tanah air, yang sempat meredup di awal tahun 2000-an.
Tidak hanya dunia perfilman, Djay juga pernah ditunjuk sebagai juri Indonesian Idol. Dia pernah menjadi salah satu dari empat orang juri di Indonesian Idol Musim Pertama sampai dengan Indonesian Idol Musim Ketiga.
- Baca Juga: Mak Vera Sedih Wakili Olga Syahputra di Dahsyatnya Awards
Setelah keluar dari team juri, dia kembali diundang sebagai juri tamu si Indonesian Idol Musim Ketujuh.
(edh)