JAKARTA - Komedian dan penyanyi asal Jepang, Pikotaro, kembali menyambangi Indonesia. Kali ini, kedatangan lelaki bernama asli Kazuhito Kosaka tersebut untuk menjadi juri kompetisi Karada Dance yang digelar oleh WakuWaku Japan.
Karada Dance merupakan bagian dari program original yang sedang tayang di WakuWaku JAPAN yaitu "Asonde Manabu Nihongo a Japan" atau "Let’s Enjoy! Play and Learn Japanese". Lewat kompetisi ini publik diajak untuk belajar bahasa Jepang dengan cara menari dan menyanyi sambil mengingat nama-nama anggota tubuh.
Baca juga: Pikotaro Rilis Video PPAP Versi Panjang
(Pikotaro saat menjadi juri dalam kompetisi Karada Dance di Jakarta Timur, Sabtu (20/1/2018). Foto: Okezone/Lidya Hidayati)
Pikotaro menjadi juri dari delapan kontestan yang sudah lebih dahulu disaring dari babak sebelumnya. Sebagai ketua juri, Pikotaro menitikberatkan penilaian kepada ekspresi dan bagaimana kontestan bisa menikmati aksi panggungnya.
"Peserta kebanyakan anak kecil. Bagi saya, yang penting bukan soal bagaimana dia (peserta) menari. Tapi tentang seberapa bahagianya peserta saat menari. Poin penjurian saya adalah bagaimana mereka menikmati saat menari," kata Pikotaro di kawasan Jakarta Timur, pada Sabtu (20/1/2018).
Sebelum melihat aksi kedelapan peserta, Pikotaro lebih dahulu tampil membawakan PPAP, lagu unik yang sempat viral pada 2016. Penyanyi yang kerap memakai kostum warna kuning dan gold itu sempat mengubah lirik PPAP dalam bahasa Indonesia dan Jepang.
"I have Indo I have nesia, I have Indonesia. I have Ja I have Pan, I have Japan. Best friend," lantun Pikotaro disambut meriah penonton.
Dari kedelapan peserta, kontestan bernama Hana dan Taki berhasil memenangkan hati Pikotaro dengan aksi panggung yang energik dan ceria. Sebagai pemenang, keduanya berhak mendapat tiket pulang pergi Jakarta Jepang dari WakuWaku Japan.
Baca juga: Pikotaro 'PPAP' Sambut Donald Trump di Jepang
Secara pribadi, Pikotaro merasa senang melihat aksi panggung para kontestan, terutama anak-anak kecil. Menurut Pikotaro, gaya anak-anak yang tulus, polos, dan pure di atas panggung mampu membawa tawa kepada para penonton dan dirinya sendiri.
"Senang sekali melihat anak-anak kecil yang tampil dengan senyum di wajahnya. Anak-anak adalah masa depan kita," ujar Pikotaro.