JAKARTA - Sang Alang rindu dengan suasana musik rock pada era 1980 hingga 1990-an. Selain sibuk di industri musik, Sang Alang juga ingin ada tempat yang menanungi music rock dan para pemainnya. Ia berharap rocker 1980, 1990-an hingga saat ini bisa kumpul bersama dan main music rock dengan alat full band yang memadai dan lengkap.
Berbekal kegelisahan itu, Sang Alang membuat kafe musik di pinggiran Jakarta, bernama GlamRock Cafe di kawasan Galaxy, Bekasi. Kafe itu dimaksud Sang Alang agar menjadi wadah para rocker berkumpul mainkan musik rock yang benar dan berkualitas tak asal bermain distorsi gitar.
"Untuk temu kangen teman-teman lama dan yang baru. Kan sekarang fenomenanya main band kembali tahun 1990-an. Kafe ini kan temanya rock, rock yang berkualitas. Kita lebih membuat kafe berkarakter. Siapapun yang main jazz, blues dan rock bisa bermain disini karena ini kafe berkarakter," jelas Sang Alang kepada awak media.
Karakter muncul bukan hanya dari konsep. Kafe ini juga bebas dari alkohol dan semacamnya. Pasalnya, Sang Alang ingin mengubah imej musisi, pekerja seni, apalagi rocker bisa berkreativitas tanpa menenggak minuman alkohol.
"Jadi kita betul-betul menjual suasana, makanan dan entertaint, tapi tidak jual alkohol. Kita ingin yang datang sehat dan bermain rock dengan penuh kualitas. Dan itu bisa tanpa alkohol," sambung Sang Alang.
Konsep ini pun didukung oleh Gugun vokalis dari Gugun 'Gugun Blues Shelter'. Kafe yang menampilkan live music dengan full band adalah sesuatu yang jarang dan bisa menjadi keunggulan bagi para rocker yang hadir.
"Sekarang kafe banyak yang minimalis. Jarang drum set yang besar kaya gini. Electric band yang full sudah mulai kurang. Kafe ini seperti menggerakan musik rock yang sebenarnya," jelas Gugun.
Dik Doang yang telah menjauhi hinggar binggar industri hiburan terkejut dengan kafe yang dikelola oleh Sang Alang. Tak ada minuman alkohol dan terdapat mushala adalah hal yang baik dan di dukung oleh Dik Doang.
"Ini bagus karena enggak ada alkohol, kalau ada alkohol saya enggak bakal dateng. Saran aja sih, tempat wudhu di mushala dipisah dengan kamar mandi," tutup Dik Doang.
(aln)