JAKARTA - Perasaan campur aduk dirasakan pemain sekaligus sutradara Ernest setelah merampungkan film garapannya Ngenest hingga rampung dan siap tayang pada tanggal 30 Desember 2015.
Menurutnya, berperan ganda sebagai pemain dan sutradara menjadi kesulitan yang sangat besar baginya.
"Setelah melihat filmnya ya pasti perasaannya campur aduk, ada terharu, senang. Yang tepat sih ya melelahkan, karena saya paling banyak sign-nya. Tapi ya harus jadi pemain dan jadi director juga," kata Ernest saat screening film Ngenest di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/12/2015).
Sebagai seniman, Ernest mengaku tidak pernah merasa puas atas hasil karya yang sudah dilakukannya. Ia pun tetap berusaha untuk mendapat hasil yang terbaik.
"Rasanya kalau seniman itu enggak akan puas, karena merasa harus lebih baik lagi. Tapi gue enggak boleh kejam sama diri sendiri, karena ini pengalaman film pertama, jadi harus tetap semangat," tandasnya.