okefood   |   okeklasika   |   myzone   |   okezone.tv   |   dahsyat   |   photo   |   suar   |   games  
Getting Time...
line

Majukan Budaya, Master V Angkat Etnik Metal

Minggu, 21 Februari 2010 - 17:03 wib
Ade Hapsari Lestarini - Okezone
okezone.com
Master V (Foto:Ade Hapsari/okezone)

JAKARTA - Melihat penampilan enam lelaki pengusung new rock etnik asal Yogyakarta, Master V, awalnya tak ada yang spesial. Berpakaian serba hitam dan sedikit menyeramkan, terbersit kesan garang.

Saat lagu-lagu andalan dibawakan Master V, perpaduan rock metal dan gamelan sontak menghadirkan nuansa etnik.

Ditemui okezone usai manggung di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (20/2/2010), mereka bercerita tentang ketertarikan terhadap musik etnik Indonesia.

"Visi misi kami memajukan bangsa dan negara, serta musik etnik agar diterima dengan baik. Sekarang contoh untuk itu tidak ada. Yang pasti kami ingin memajukan industri musik Indonesia dan musik rock bisa diterima," kata sang drummer Anto.
 
Band yang beranggotakan Dika (vokal), Aiz (gitar), Aji (gitar), Punto (bas), Gaung (etnik perkusi), dan Anto (drum) ini lahir sejak 1998-an. Kala itu, personelnya masih bongkar-pasang. Mungkin karena lelah gonta-ganti, akhirnya pada 2006 mereka mendeklarasikan diri untuk mempatenkan personel Master V.

Sebelum melempar album New Rock Ethnic pada 2009, mereka telah menelurkan tiga mini album pada 2005, 2007, dan Desember 2008. Album mereka bertujuan mengangkat alat-alat musik tradisional.
 
Kehidupan sehari-hari dan komunitas mereka pun menjadi inspirasi dalam penulisan lirik di album ini. Seperti perasaan cinta, hingga teman-teman pengguna narkoba. Tak ingin mengotakkan lagu dan musik, semua aransemen dan aliran musik pun disambangi. Mulai dari dangdut, pop, rock, hingga karawitan.

"Kita mau angkat alat tradisional di salah satu kota di Indonesia. Menunjukkan kalau kita beda. Sekarang sedang mengangkat budaya Jawa karena kami dari Yogya. Pakai gendang, karawitan. Tapi mungkin besok-besok kita pakai alat musik tradisional China," lanjut Anto.

Harapan Master V dengan albumnya, mereka ingin membuka wawasan masyarakat agar tidak meninggalkan keragaman musik budaya di Indonesia, di tengah gempuran pop dan melayu yang sedang hits.

"Semoga masyarakat terbuka wawasannya dan tidak selalu monoton. Dengan adanya kami, kan bisa dapat sesuatu yang baru," ujar Aiz, sang gitaris.

Filosofi nama Master V sendiri diambil dari kata 'master' yang berarti ahli, tinggi, yang menjadi motivasi mereka untuk lebih maju dalam berkarya di musik. Sementara huruf 'V' berasal dari kata Venus, yaitu nama band mereka sebelumnya. Venus ini perlambang cinta dan kasih sayang yang menjadi landasan Dika dan kawan-kawan dalam berkreasi.(ang)

Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.