Share

For Revenge Rayakan Patah Hati di Single Untuk Siapa?

Lintang Tribuana, Okezone · Rabu 17 Agustus 2022 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 17 205 2649252 for-revenge-rayakan-patah-hati-di-single-untuk-siapa-FoA13NA8Fp.jpg For Revenge (Foto: Ist)

JAKARTA - For Revenge (fR) kembali merilis single dengan tajuk Untuk Siapa? bersama Didi Music Records, selepas merilis single Jeda pada 12 Februari 2022. Single yang diciptakan oleh Arief Ismail dan Moch Boniex Nurwega, diaransemen oleh for Revenge.

Single ini merupakan jembatan menuju album penuh fR yang terbagi dalam 2 penggalan babak, yakni perayaan patah hati-babak 1 yang akan dirilis dalam waktu dekat dan nantinya disusul dengan perayaan patah hati-babak 2.

For Revenge

“Untuk Siapa? menggenapi rangkaian perayaan patah hati yang kami mulai sejak tahun 2020. Kisah yang kami bangun sejak perilisan Derana/Serana sampai single terbaru ini selanjutnya akan didokumentasikan dalam album ke-4 fR: Perayaan Patah Hati – Babak 1,” ujar Boniex (vocal).

Di ranah penulisan lirik, Boniex kembali mengusung tema patah hati, namun berhasil keluar dari koridor stereotipikal penulisan lirik di tema-tema seperti ini. Literasi yang baik dan pemilihan diksi yang pas menjadi salah satu kekuatan di single ini. Metafora yang sederhana di penulisan liriknya membuat pendengar akan cepat terhubung dengan kisah di lagu ini. Dinamika emosi yang bertahap naik dan diakhiri secara tiba-tiba dengan sebuah pertanyaan, Untuk Siapa?, sebuah ode pasca kehilangan, yang tentunya semua orang pernah alami.

“Singkat cerita, single ini menceritakan tentang kebesaran hati untuk merelakan seseorang yang ia sayangi pergi dengan orang lain. Berbeda dengan single-single fR lainnya, ‘Untuk Siapa?’ menggambarkan sebuah kesabaran dalam pengorbanan dengan level tertingginya,” tambah Boniex.

Aransemen yang dibuat oleh for Revenge di single “Untuk Siapa?” ada di luar struktur lagu yang baku. Keputusan yang tepat. Aransemen single ini selalu selaras dengan pesan yang disampaikan lewat liriknya. Notasi yang hampir tidak ada pengulangan disepanjang lagu berhasil menuntun emosi di lagu ini ke klimaks yang berujung ironis, eskalasi yang diakhiri tanda tanya, alih-alih diakhiri tanda seru.

(aln)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini