Share

Kebal Efek Tembakau Gorila, Fico Fachriza Nekat Hisap Hanoman: Gue Suka!

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 33 2532155 kebal-efek-tembakau-gorila-fico-fachriza-nekat-hisap-hanoman-gue-suka-XyyzFjpZg3.jpg Fico Fachriza. (Foto: Instagram)

INI bukan pertama kalinya Fico Fachriza pakai narkoba. Merasa kebal dengan tembakau gorila, dia memilih pakai hanoman tembakau tingkat dewa di 2015 lalu.

Dalam akun Youtube Channelnya, pria 27 tahun ini mengungkapkan pengalaman dirinya saat mengkonsumsi narkoba jenis tembakau gorila hingga hanoman.

"Gue memilih untuk membuat video satu hari setelah memutuskan untuk berhenti narkoba," ucap Fico dalam video tersebut.

"Gue nggak mau sotoy ngomong soal hal-hal yang gue nggak tahu. Jadi dengan sangat sadar gue bikin video yang gue tahu dan nggak gampang mengumpulkan keberanian untuk mengungkap bahwa lu adalah bekas pemakai," sambungnya.

Fico yang kala itu mampu untuk membeli semua yang ia inginkan, mulai dari mobil hingga rumah, lantaran karirnya cukup mulus, mengaku bingung menghabiskan uang. Hingga suatu saat, tepatnya pada 2015 Fico bertemu dengan temannya dan mulai terpengaruh dengan narkoba.

Baca Juga: Biodata dan Agama Fico Fachriza, Assalamualaikum Ini Komika yang Baru Diciduk Gegara Narkoba

"Datanglah seorang teman yang mulai membawa pengaruh negatif. Di pertengahan tahun 2015, ada narkoba jenis baru, namanya tembakau gorila. Semua biasa saja, dia juga tidak datang sebagai penjual, tidak ada tanda-tanda kesuraman," jelasnya.

fivo

"Dia hanya datang dan mengatakan 'lo tahu ganja nggak? Ini ada ada narkoba efeknya lebih cepat dari ganja, strong banget'. Temen gue bilang, 'Jago lo kalau ngisep tiga kali tapi nggak muntah'," lanjutnya.

Memiliki ego besar dan tak bisa mengabaikan tantangan, rupanya menjadi masalah besar bagi Fico. Ia pun menerima tantangan temannya untuk menghisap tembakau gorila sebanyak tiga kali, dan hanya mendapatkan efek pusing setelahnya.

Hal itu membuat Fico dinobatkan sebagai orang yang paling kuat. Hingga pada akhirnya, ia rela membeli tembakau tersebut dengan harga Rp350 ribu per-plastik, dan dosisnya terus bertambah seiring dengan dirinya yang merasa kebal dengan tembakau gorila.

Melihat Fico yang mulai bosan menghisap tembakau gorila lantaran hanya mendapat efek pusing, membuat teman-temannya menaikkan jenis tembakau, yang awalnya raja monyet (gorila), menjadi dewa (hanoman). Ia pun mengaku bertahan dengan mengonsumsi tembakau tersebut selama 1 tahun dan rela membeli hanoman seharga Rp500 ribu per-plastik.

"Hal yang tidak gue sangka mereka meng-upgrade jenis tembakau tersebut, dari yang tadinya raja monyet, gorilla, menjadi dewa namanya tembakau hanoman. Rasanya lebih menekan tapi gue suka."

"Setiap dipakai, gue kayak orang bego gitu, bengong-bengong dan yang gue sadari adalah pantesan orang bego gak bisa dibilangi karena orang bego itu jadi enak," ucapnya.

Namun tak lama setelahnya, Fico mengaku berhasil terlepas dari tembakau hanoman. Hal itu terjadi usai ia menyibukkan diri dengan segudang aktivitas dan melihat kesuksesan teman-teman seperjuangannya yang tak lagi sejajar dengannya.

"Teman-teman seangkatan gue sudah pada maju, jauh di depan gue. Ernest, Arie, Kemal, Babe, semua yang tadinya beriringan sudah tidak sejajar lagi. Mereka maju dengan kesadaran, gue stuck dengan bengong dan begonya gue," paparnya.

"Gue lelah berkutat dengan sesuatu yang membuat gue tidak maju. Akhirnya gue berspekulasi bahwa gue sudah harus mengakhiri semua ini," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini