nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komnas Perlindungan Anak Sebut Putri Karen Pooroe Alami Kekerasan

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 02 Desember 2019 19:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 02 33 2137068 komnas-perlindungan-anak-sebut-anak-karen-pooroe-alami-kekerasan-8rpsxqhRA1.jpg Karen Pooroe. (Foto: Instagram/@karenpooroe)

JAKARTA - Finalis Indonesian Idol Karen Pooroe diketahui menyambangi Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, pada Senin siang (2/12/2019). Didampingi kuasa hukumnya, dia mengadukan kondisi yang tengah dialaminya.

Karen Pooroe mengaku, tidak bisa bertemu dan berkomunikasi dengan putrinya selama hampir 4 bulan. Setelah bertemu dan berdiskusi, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait memberikan keterangannya kepada awak media.

 Arist Merdeka Sirait menilai, aksi suami Karen Pooroe membawa anaknya sebagai tindak pelanggaran. (Foto: Okezone/Vania Ika Aldida)

Arist menyimpulkan, anak Karen Pooroe bisa dikategorikan mendapat kekerasan dari orangtuanya, terutama sang ayah Arya Satya Claporth. Bukan kekerasan fisik, namun Aris menyebut kalau bocah perempuan 6 tahun itu mendapatkan tekanan mental.

“Memisahkan ibu dari anak sebenarnya bisa masuk dalam kategori penelantaran anak. Apalagi, anak itu sudah 3 bulan tidak bersekolah. Jadi, ini sikap kami. Ya telah terjadi kekerasan terhadap anak itu,” kata Arist Merdeka Sirait dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Timur, Senin (2/12/2019).

Baca juga: Dipisahkan dari sang Putri, Karen Pooroe Ngadu ke Komnas Perlindungan Anak 

Dengan begitu, Arist menilai, ada dua pasal berlapis yang bisa disangkakan kepada Arya Satya Claporth. Pertama menyembunyikan anak dari ibu kandungnya. Kedua, penelantaran anak karena menghalangi anak untuk bersekolah.

 Karena itu, Arist Merdeka Sirait menilai, suami Karen Pooroe bisa disangkakan dua pasal sekaligus. (Foto: Okezone/Vania Ika Aldida)

“Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada seorang pun yang bisa memisahkan anak dari orangtua kandungnya. Sekalipun itu ayah atau ibunya sendiri,” ujar Arist menambahkan.

Arist Merdeka Sirait menambahkan, dalam Undang-Undang Perlindungan Anak pemerintah menjamin anak tak akan dipisahkan dari orangtuanya. Meski hubungan pernikahan antara kedua orangtuanya putus secara hukum, namun hak asuh anak tidak bisa diberikan pada satu pihak saja.

 

“Jadi kedua belah pihak wajib untuk melindungi anak mereka. Kecuali kalau ada salah satu orangtua yang punya latar belakang tidak layak untuk mengasuh sang anak. Maka, hak asuhnya bisa dicabut, sekalipun sudah ada ketetapan pengadilan.”*

Baca juga: James Bond: No Time to Die Rilis Teaser Trailer Perdana

1
3
BERITA FOTO
+ 5

Intip Pose Garang Karen Pooroe yang Sebut Suaminya Selingkuhi Marshanda

Pose garang Karen Pooroe. (Foto: Instagram @karenpooroe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini