nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gaya Ikonik Charlie Chaplin dan Penjelasan di Baliknya

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Minggu 17 November 2019 12:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 15 206 2130434 gaya-ikonik-charlie-chaplin-dan-penjelasan-di-baliknya-jGnEeKTAKD.jpg Charlie Chaplin (Foto: Film Inquiry)

JAKARTA - Kostum Charlie Chaplin sebagai Tramp atau selama ini selalu menjadi sebuah perdebatan. Chaplin selalu tampil dengan jaket berkancing terlalu ketat, celana terlalu longgar, topi bowler terlalu kecil dan ukuran sepatu yang terlalu besar serta dipakai di kaki yang salah.

Elemen-elemen berbeda ini digabungkan untuk membantu mendefinisikan kepribadian atau personalitasnya di layar, termasuk pretensi sosialnya.

Sejak dulu, saat semua tayangan masih berwarna hitam dan putih, penampilan memang sudah menjadi sebuah perhatian. Cara termudah untuk dikenali audiens adalah melalui penampilan nyentrik.

 Ikonik Artis

Baca Juga: Alicia Keys Dipercaya Jadi Host Grammy Lagi

Charlie Chaplin ternyata mendesain kostumnya sendiri. Sejak pertama kali muncul di layar televisi, kostum itu akhirnya bertahan hingga 22 tahun.

Dalam otobiografinya, Chaplin mengaku menemukan ide kostum tersebut lewat acara musik Inggris di New York. Kepala studio, Mack Sennett, lalu memintanya untuk mengenakan pakaian lucu secara mendadak. Akhirnya terciptalah pakaian Charlie Chaplin yang seperti kita ingat selama ini.

“Aku tidak tahu apa yang harus dikenakan. Namun dalam perjalanan ke lemari, aku pikir aku akan mengenakan celana longgar, sepatu besar, tongkat dan topi derby. Aku tidak tahu karakternya. Tetapi pada saat memakainya dan ditambahkan make-up, aku merasa karakter itu hidup. Aku mulai mengenalinya dan pada saat aku berjalan ke atas panggung, dia terlahir sepenuhnya. Banyolan dan ide komedi pun melesat cepat di benakku saat itu,” katanya.

 Charlie

Baca Juga: Demi Lovatics, Demi Lovato Akan Rilis Musik Baru

Meryl Streep juga setuju dengan apa perkataan Charlie Chaplin soal kostum bisa membentuk karakter.

Apa yang dikenakan oleh karakter sebenarnya sangat mendukung setiap aktor untuk tampil di luar dirinya sendiri. Pakaian itu juga yang akhirnya membuat si aktor keluar dari personaliti mereka sesungguhnya di luar skenario.

Pada akhirnya gaya berpakaian unik yang digunakan oleh Chaplin membuat karakternya terlihat konyol dan bodoh daripada individu yang memiliki pengetahuan luas.

Baca Juga: Gara-Gara Ikan, Eza Gionino Dapat Ancaman Santet

Penampilannya juga menggunakan dasar motivasi psikologis untuk menyindir karakter Tramp yang selama ini digambarkan sebagai masyarakat kelas bawah yang selalu ingin tampil layaknya masyarakat kelas atas.

 

“Kita semua adalah Tramp. Dia tidak memiliki kewarganegaraan. Ketika seorang anak menonton Chaplin, itu sederhana. Dia tidak berbicara, dia hanya menunjukkan. Dia berbagi nilai kemurahan hati yang paling umum,” ucap Serge Bromberg yang merupakan seorang produser film Prancis.

1
3
BERITA FOTO
+ 5

Ketika Captain Marvel Layani Pembeli Popcorn di Sebuah Bioskop

Pemeran utama film Captain Marvel Brie Larson saat melayani pembeli popcorn. (Foto: Twitter @MarvelStudios)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini