nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bukan Depresi, Istri Ungkap Penyebab Utama Robin Williams Bunuh Diri

Rena Pangesti, Jurnalis · Sabtu 19 Oktober 2019 13:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 18 33 2118698 bukan-depresi-istri-ungkap-penyebab-utama-robin-williams-bunuh-diri-zIDYsGcPET.jpg Robin Williams di Jumanji (Foto: TriStar Pictures)

CALIFORNIA – Siapa yang menyangka aktor komedian sekaliber Robin Williams bisa mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. 11 Agustus 2014, sang Genie di film Aladdin itu ditemukan tak bernyawa di kamar dalam rumahnya kawasan Paradise Cay, California, Amerika Serikat.

Baca Juga: Film Dokumenter Robin Williams Ceritakan Masa Muda Penuh Ketakutan

Robin Williams

Kepolisian Sheriff County melaporkan dari hasil autopsi tidak ditemukan obat-obatan dari tubuh Robin Williams dan dinyatakan mati bunuh diri. Hasil autopsi menunjukkan jika Williams mengidap Lewy body dementia atau Dementia with Lewy Body (DLB).

Juru bicara sang aktor mengatakan, sebelum kematiannya, Williams menderita depresi berat. Namun istri Robin Williams, Susan Schneider meluruskan hal tersebut. Menurut penuturan Susan, depresi hanyalah penyebab kecil yang membuat suaminya bunuh diri.

“Bukan depresi yang membunuh Robin. Depresi, sebut saja salah satu dari dari 50 gejala. Dan itu hanya bagian kecil,” ujar Schneider pada November 2015 seperti dikutip dari The Guardian.

Tematik artis bunuh diri

Schneider menuturkan jika penyakit DLB yang diderita Williams lah yang berperan penting dalam kematian sang aktor di usia 63 tahun. Penyakit itu mengganggu sistem saraf di otak bagian penyimpanan memori, menyebabkan halusinasi dan gangguan fungsi motorik.

DLB menyerang sang aktor setahun terakhir dan makin memburuk beberapa bulan sebelum kematiannya. Schneider mengatakan, ada kemungkinan penyakit itu lah yang membawa Williams mengakhiri hidupnya.

Robin Williams

Sebelum didiagnosa DLB, Biography melaporkan pada Mei 2014, Robin Williams tercatat mengidap Parkinson, gangguan neurodegeneratif. Kala itu, dokter mengklaim memiliki obat yang bisa membantu Williams saat tubuhnya gemetar hebat dan ia mungkin bisa hidup 10 tahun ke depan.

Penyakit Williams itu membuat otaknya yang selama ini menjadi alat utama dalam bekerja, tak lagi bisa bekerja seperti dulu. Hilangnya kontrol kognitif ini tentu menjadi pukulan berat bagi Williams.

Tematik artis bunuh diri

Williams sadar akan kondisinya, perlahan tapi pasti ia mulai kehilangan kemampuan otaknya. Kondisinya makin buruk selama sebulan sebelum kematiannya. “Itu seperti bendungan pecah,” ucap Schneider membuat perumpamaan.

Dikatakan Susan Schneider, seandainya Robin Williams mampu bertahan, ia bisa hidup 3 tahun lagi. Hanya saja, 3 tahun itu akan menjadi masa yang sangat sulit baginya.

Robin Williams

Parkinson yang diidap Robin Williams sebenarnya telah dirasakan aktor Jumanji ini sejak 2013. Gejala awal muncul dengan perasaan paranoid, tidak bisa mengingat dialog, insomnia dan mengalami gangguan indra penciuman.

Puncaknya terjadi saat syuting Night At Museum: Secret of the Tomb di Vancouver awal tahun 2014. Sahabatnya, Cheri Minns berkata jika Williams berusaha menutupi penyakitnya yang kala itu belum terdiagnosa itu.

“Dia terisak di pelukanku setiap hari. Itu mengerikan, mengerikan,” kata Cheri Minns, make up artist, seperti dikutip dari biography.

Baca Juga: Istri Berkerudung saat Syukuran 7 Bulan, Young Lex Jadi Mualaf?

Minns menyarankan agar Williams kembali tampil di stand-up untuk mendapatkan kembali kepercayaan diri. Tapi Williams hanya berkata, “Aku tak tahu lagi bagaimana menjadi lucu.”

1
3
BERITA FOTO
+ 5

Penampilan Memukau Robbie Williams di Pembukaan Piala Dunia 2018

Penyanyi Robbie Williams tampil dalam pembukaan Piala Dunia 2018 di Stadion Luzhniki, Moscow, Rusia, Kamis 14 Juni 2018. Pertandingan pembuka antara tuan rumah Rusia melawan Arab Saudi

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini