nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demi Audisi KDI, Hamzah Zebua Boyong Keluarga Besar & Menginap 3 Hari di Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 01 Juli 2019 07:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 01 598 2072984 meriahnya-audisi-kdi-2019-di-medan-tukang-becak-hingga-tni-ikutan-Ej3sWd9zwI.jpg Audisi KDI Medan (Foto: Wahyu Aulia Siregar/Okezone)

MEDAN - Ratusan peserta audisi yang berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara mengikuti audisi hari kedua Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2019 yang digelar di Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, Jalan Wiliam Iskandar, Medan, Minggu (30/6/2019).

Para peserta terlihat begitu antusias mempersiapkan diri untuk menghadapi juri-juri yang siap menguji di langkah awal mereka menuju panggung juara KDI 2019.

Ada peserta yang tak henti-hentinya melantunkan lagu. Ada pula yang terus memoles riasan serta pakaian agar tetap terlihat menawan.

"Karena menjadi penyanyi dangdut kan bukan cuma soal suara yang bagus, tapi juga performa yang terbaik," kata Hamzah, peserta audisi asal Kabupaten Mandailing Natal.

Baca Juga: MNCTV Sambut Talenta Dangdut Baru Lewat Road To KDI 2019

Hamzah Zebua mengaku telah berada di Medan selama tiga hari untuk mengikuti audisi. Ia bahkan ditemani seluruh anggota keluarganya pada audisi kali ini.

 Audisi KDI MEdan

"Orangtua dan saudara-saudara saya mendukung penuh. Ini mereka hadir di sini semua. Kami sudah sampai di Medan sejak Jumat kemarin, khusus untuk ikut audisi hari ini," tandasnya.

Audisi KDI 2019 di Medan pada hari kedua ini diikuti peserta dari beragam latarbelakang. Mulai dari penarik becak, mahasiswa, karyawan swasta hingga prajurit TNI.

Ramdan (33) salah seorang penarik becak motor yang sehari-hari beroperasi di sekitar Gedung Serbaguna Pemprov Sumut, memutuskan untuk ikut audisi setelah mendapatkan dorongan dari istri dan rekan-rekannya sesama penarik becak.

"Kemarin saya mengantar orang kemari. Lalu saya lihat ternyata ada audisi, kemudian saya cerita dengan istri dan disuruh ikut. Persiapan khusus enggak ada, tapi saya ingin sekali bisa lolos untuk merubah nasib keluarga kami. Apalagi katanya hadiahnya Rp1 miliar," sebutnya.

Ramdan mengatakan, selama ini ia menyalurkan bakat menyanyinya jika ada gelaran organ tunggal di pesta pernikahan atau hajatan warga. Ia belum pernah mengikuti audisi besar seperti audisi KDI 2019 ini.

"Ada rasa canggung. Apalagi tadi sewaktu melihat banyak anak muda yang suaranya bagus-bagus. Tapi saya pede saja, kan selama ini banyak yang meminta saya menyanyi karena dianggap suara saya bagus. Mudah-mudahan saya lolos. Kalaupun tidak, audisi ini bisa saya ceritakan pada anak saya nanti,"tukasnya.

Sementara itu Pratu Fiki Rinaldi, anggota TNI AD dari Komando Resimen (Korem) Pantai Timur, Daerah Militer, Sumatera Utara mengaku datang khusus dari Batalyon-nya di Siantar, untuk bisa mengikuti audisi. Ia pun terlihat datang dengan seragam lengkap TNI.

"Saya harus izin komandan dulu untuk bisa ikut audisi, dan alhamdulilah diizinkan. Saya ingin mengasah bakat menyanyi lewat KDI 2019 sekaligus membanggakan kesatuan saya," tandasnya.

Executive Producer KDI 2019, Gerry Danurwendo mengatakan, penjurian pada audisi kali ini, mereka menggunakan spesifikasi yang menarik. Itu dilakukan untuk mencari bakat-bakat terbaik yang akan dipersembahkan untuk industri musik Indonesia.

"Tentu, kami menilai dari kualitas suara, karakter suara, penampilan yang menarik tentu akan menjadi paket komplit seorang bintang, apalagi untuk di televisi dan juga di industri musik Indonesia," tukasnya.

Audisi KDI 2019 di Medan digelar selama 2 hari, mulai Sabtu 29 Juni 2019 dan 30 Juli 2019. Pada audisi hari pertama sebanyak 833 orang hadir untuk mengikuti audisi.

Baca Juga: Akan Menjanda, Ini Pria-Pria Mantan Song Hye Kyo, CLBK?

Pada Sabtu, 29 Juni 2019, sekitar 833 peserta audisi rela berdesak-desakan demi mendapatkan tiket ke Jakarta. Hasilnya 2 di antara peserta audisi berhasil lolos.

Pada penjurian hari ini peserta melewati 3 proses audisi, yaitu penjurian pra audisi (jupra) penjurian audisi (jupri) dan penjurian final (jurnal) yang dinilai oleh para jebolan KDI seperti Delima, Syamsir, dan Dedi KDI serta pihak MNCTV.

Kriteria penilaian untuk audisi kali ini juga dijelaskan oleh salah satu juri yaitu Syamsir, "Yang pertama pasti kita melihat dari tingkat kesulitan lagunya, lalu lagunya apa, seberapa besar tingkat kesulitan lagu itulah yang nantinya menjadi acuan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya", jelas Syamsir yang merupakan juara 2 KDI 2014.

Selain digelar di kota Medan, audisi KDI tahun ini juga diselenggarakan di kota Makassar pada (22-23 Juni 2019) yang lalu. Dari Makassar sebanyak 14 peserta berhasil lolos audisi. Audisi kemudian akan dilanjutkan di Jakarta pada (6-7 Juli 2019) mendatang.

Bakat-bakat terpendam dari para peserta audisi di kota-kota tersebut akan diasah dan dikembangkan dalam KDI 2019 yang akan tayang perdana pada 22 Juli nanti hanya di MNCTV, Selalu di Hati. (edh)

1
2
BERITA FOTO
+ 6

Startup Summit 2019 Menristekdikti Mohamad Nasir Jajal Motor Listrik

Menristekdikti Mohamad Nasir mencoba motor listrik Gesits saat membuka pameran Startup Summit 2019.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini