nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dipo Latief Polisikan Nikita Mirzani Atas Dugaan Penggelapan

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 15 33 2030443 dipo-latief-polisikan-nikita-mirzani-atas-dugaan-penggelapan-udrIqmPlk1.jpg Nikita Mirzani. (Foto: Instagram/@nikitamirzanimawardi_17)

JAKARTA - Dipo Latief kembali mempolisikan Nikita Mirzani di tengah proses cerai mereka. Kali ini, Dipo melaporkan Nikita atas tuduhan penggelapan.

"Soal penggelapan," kata Asfa Davy Bya, kuasa hukum Dipo Latief saat ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/3/2019).

Baca juga: Pihak Dipo Latief Bongkar Besaran Nafkah yang Digugat Nikita Mirzani

Dalam keterangannya, Asfa menjelaskan bahwa Nikita Mirzani masih menguasai satu unit mobil Mercedes-Benz milik Dipo Latief. Hal itulah yang kemudian dikategorikan sebagai dugaan penggelapan oleh pihak Dipo.

"Mobil Dipo sampai saat ini masih ada di tangan Nikita," beber Asfa Davy Bya.

Sebelumnya, Dipo Latief juga sempat melaporkan Nikita Mirzani atas dugaan penganiayaan. Menurut versi Asfa, kekerasan yang dialami Dipo terjadi setelah dia mengajukan talak terhadap Nikita.

"Ada dua laporan kami. Pertama, penganiayaan dan kami punya bukti visumnya. Tindakan itu dilakukan Nikita setelah mereka tak lagi berstatus suami istri," ujarnya menjelaskan.

Baca juga: Sang Putra Jawab Teka Teki Rumor Pernikahan Umi Pipik

Sayang, Asfa tidak menjelaskan secara pasti kapan laporan terhadap Nikita Mirzani dilayangkan pihaknya. Asfa Davy Bya hanya mengungkapkan bahwa laporan Dipo soal dugaan penganiayaan sudah diproses oleh penyidik Polrestro Jakarta Selatan.

"Sudah masuk ke tahap penyidikan malah. Boleh dicek langsung ke Polres Metro Jakarta Selatan,” paparnya.*

(SIS)

BERITA FOTO
+ 4

Nikita Mirzani Pamer Perut Buncitnya saat Liburan di Jepang

Nikita Mirzani menarik kaus putihnya hingga perut buncitnya terlihat. (Foto: Instagram @nikitamirzanimawardi_17)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini