nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Penderita Scyzrofernia Digarap Erwin Arnada lewat Film Suara Tak Bertuan

Edi Hardian , Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 13:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 26 206 1996107 kisah-penderita-scyzrofernia-digarap-erwin-arnada-lewat-film-suara-tak-bertuan-ShjfF2l9Y1.jpg Erwin Arnada (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sukses dengan film Tusuk Jelangkung, sutradara Erwin Arnada kembali menggarap sebuah film horor yang bekerjasama dengan Production House Kencana Picture.

Kali ini, ia menggarap film berjudul Suara Tak Bertuan yang mengisahkan tentang penderita scyzrofernia.

Menurut Erwin, berawal dari obrolan santai dengan sang produser bernama Anang dan rekannya, dokter Juliana.

 

Mereka akhirnya sepakat menggarap film horor yang mengisahkan tentang penderita scyzrofernia yang juga sering ditangani oleh dokter Juliana.

Baca Juga: Film Horor Zaman Now, Hadir Lewat Tusuk Jelangkung di Lubang Buaya

"Scyzrofernia itu penyakit rumit, saya pikir penyakit yang berbeda jauh berbeda dengan orang-orang, yang mungkin kita pernah mendengar anak-anak indigo, indera keenam, orang-orang yang bisa melihat makhluk halus. Syzrofernia itu sebenarnya gabungan dari orang-orang yang lebih kedalaman depresi dan kemampuan melihat makhluk-makhluk halus itu," kata Erwin di Jakarta, belum lama ini.

Untuk melengkapi kisahnya, Erwin mengaku sudah mempelajari para penderita scyzrofernia di daerah Jawa Timur. Menurutnya, kisah ini berbeda dari urban legend, mistik-mistik dari pengalaman atau peristiwa terjadi di masyarakat.

"Ada sebuah kampung di Jawa Timur itu hampir mayoritas penderita scyzrofernia, yaitu di Ponorogo. Saya juga dikasih kesempatan untuk belajar lagi hal-hal yang sifatnya medis oleh ibu Juliana," kata Erwin.

Erwin memastikan film yang akan digarapnya kali ini merupakan film horor yang berbeda. Bahkan, ia memiliki banyak tantangan dalam penggarapan film ini.

 

"Ini bagaimana saya mentrit cerita jadi sebuah audio visual yang bisa disampaikan masyarakat jadi takut gelisah, itu bisa kita wujudkan melalui visual," tandasnya.

(edh)

BERITA FOTO
+ 7

Ada Tawa & Tetes Air Mata pada Pemutaran Perdana Film Keluarga Cemara

Pemain film Keluarga Cemara berfoto bersama usai mengadakan acara pemutaran perdana film tersebut untuk awak media di XXI Epicentrum Jakarta.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini