nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Korban Penggelapan, Jane Shalimar Rugi Miliaran Rupiah

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 16:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 21 33 1994463 jadi-korban-penggelapan-jane-shalimar-rugi-miliaran-rupiah-0C3W38Cwug.jpg Jane Shalimar (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jane Shalimar mengklaim mengalami kerugian hingga miliaran Rupiah usai diduga jadi korban penggelapan mantan rekan kerjanya. Keterangan itu disampaikan kuasa hukum Jane, M. Zakir Rasyidin saat ditemui usai melapor di Mapolrestro Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018).

"Ditaksir sekira Rp. 2 miliar. Karena ada kontrak-kontrak kerja dia dengan beberapa perusahaan di daerah itu ditutup atau diberhentikan, diputuskan karena ada data yang dalam barang itu, yang kemudian tidak dikembalikan," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Jane Shalimar melaporkan dugaan penggelapan yang dilakukan mantan rekan kerjanya, Sahrul Ramadhan.

 

Dia menuding Sahrul sudah membawa kabur satu unit komputer miliknya yang sebelum ini dijadikan perangkat kerja.

Baca Juga: Diduga Gelapkan Barang, Jane Shalimar Polisikan Mantan Rekan Kerjanya

"Dia (Jane) minta barang dikembalikan, tapi orang ini alasannya katanya lagi sibuk urus proyek, macam-macam lah. Jadi waktunya dia habis untuk urus proyek, sementara barang orang tidak dikembalikan," jelas M. Zakir Rasyidin.

Mulanya, Jane Shalimar tidak berencana mempolisikan mantan rekan kerjanya itu. Namun karena sikap yang tidak kooperatif, Jane akhirnya mengadukan masalah tersebut ke pihak berwajib.

 

Laporan Jane Shalimar terhadap Sahrul Ramadhan sendiri sudah diterima Polrestro Jakarta Selatan dengan nomor perkara LP/2487/XII/2018/RJS.

Dalam laporan tersebut, Sahrul dijerat Pasal 372 KUHP atas dugaan penggelapan dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun.

(edh)

BERITA FOTO
+ 5

Janet Jackson Bergaun Putih di Karpet Merah Billboard Music Awards 2018

Penyanyi Janet Jackson mengenakan gaun putih pada karpet merah Billboard Music Awards 2018 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Minggu 20 Mei 2018 waktu setempat. (REUTERS/Steve Marcus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini