Twitwar dengan Ernest Prakasa, Arie Untung: Saya Enggak Menyerang Suatu Kaum

Revi C. Rantung, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 12 33 1990239 twitwar-dengan-ernest-praksasa-arie-untung-saya-enggak-menyerang-suatu-kaum-gvEgJlXeJT.jpg Arie Untung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belum lama ini publik dunia maya dihebohkan dengan perang medsos antar dua artis Arie Untung dan Ernest Prakarsa. Dimana sebelumnya, Arie Untung memberikan cuitan yang mana menanggapi aksi 812 di Malaysia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kala itu Arie menuliskan tweet “The power of ukhuwah Malaysia 812” yang mana disertai dengan foto-foto peserta. Cuitannya itu lantas dikomentari oleh komedian Ernest Prakasa yang menjelaskan mengapa terjadinya demo 812 di Malaysia dan mengatakan bahwa Arie lebih pro ke diskriminasi etnis.

Baca Juga: Dibully, Anak Ussy Sulistiawaty Sampai Ogah Makan

Baca Juga: Dicap Murtad, Roger Danuarta Bertanya ke Ustadz Adi Hidayat

 Arie Untung vs Ernest Prakasa

Melihat banyaknya tanggapan terkait cuitan itu hingga Ernest Prakarsa, bagaimana kata Arie Untung?

Saat dijumpai di kawasan Bekasi, Jawa Barat pada Rabu (12/12/2018), Arie Untung menjelaskan bahwa tanggapan-tanggapan orang tentang cuitan itu tidaklah penting. Apalagi menyangkutpautkan pada ranah politik negara tetangga.

Ia juga kembali menegaskan bila ini bukan merupakan sebuah perang sosial media. Mengingat ia memberi cuitan soal yang diketahuinya.

”Sebenarnya kalau ditanggapi masalah ini, masalah enggak penting ya, itu ranah politik di negara orang. Aku enggak anggep penting, tapi kalau orang anggep penting ya bebas-bebas aja kalau menyangka ini pertikaian sosmed, engga juga,” beber Arie Untung.

“Perang sosmed kan kalau dua orang menyerang, kan saya enggak pernah menyerang suatu kaum apapun gitu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Arie kembali menjelaskan, bila unggahan tulisan itu dirinya juga tidak bermaksud menyinggung siapapun. Dan soal cuitan itu, tentunya Arie tahu betul bagaiamana terjadinya peristiwa tersebut.

“Karena saya yang mengetahui, yang terjadi di sana, yang terjadi sebuah ukuwah antara dua partai besar islam di sana yang biasanya bersaing, kali itu bersatu gitu. Dalam sebuah ukuwah,” pungkasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini