nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

MOVIE REVIEW: Secercah Harapan Baru DC Bersama Aquaman

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 12 Desember 2018 09:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 12 206 1990068 movie-review-secercah-harapan-baru-dc-bersama-aquaman-wK3TP01tnx.jpg Poster Film Aquaman (Foto: Warner Bros)

JAKARTA – Elemen air merupakan satu-satunya peluang DC Comics dan Warner Bros. untuk bisa kembali merebut hati para penikmat film superhero dari rival abadi mereka, Marvel Studios. Tak bisa dipungkiri, film-film DC selepas era Christopher Nolan memang terkesan memble dan tidak pernah berkembang. Wonder Woman bisa dikatakan satu-satunya film mereka yang menuai kesuksesan baik dari segi pendapatan maupun ulasan baik dari para kritikus perfilman dunia.

Baca Juga: Pro Kontra Poster Terbaru Film Aquaman

Ketika Marvel masih berkutat pada superhero Bumi dan ruang angkasa, DC pun memutuskan untuk mengangkat satu jagoan dari bawah laut mereka yang bernama Aquaman. Berasal dari Atlantis, Aquaman pun diperkenalkan terlebih dahulu lewat film Justice League bersama Cyborg dan The Flash.

Keputusan DC ini terbilang cerdik karena mereka berani menawarkan sebuah sensasi berbeda dari dunia superheronya. Penantian panjang untuk menyaksikan kehebatan Aquaman pun tiba pada penghujung tahun 2018.

Aquaman

Diperankan oleh Jason Mamoa, film ini bercerita tentang awal mula Arthur menjadi seorang Aquaman. Ia merupakan ‘anak haram’ dari kisah cinta terlarang antara manusia penjaga mercusuar dengan seorang putri Atlantis bernama Atlanna.

Hal paling menarik dari film Aquaman adalah penunjukkan James Wan sebagai sutradara. Nama Wan memang sudah sangat identik dengan film-film bergenre horror. Ketika dirinya diharuskan menukangi film superhero, pertanyaan-pertanyaan seperti ‘Mampukah James Wan menakut-nakuti para petinggi Marvel dengan Aquaman?’ pun sudah bukan hal baru lagi di dunia maya.

Aquaman

Hasilnya, James Wan mampu menjawab keraguan para penggemar DC dengan gayanya sendiri. Imajinasi seorang Wan dalam menggambarkan Aquaman dan kehidupan bawah laut Atlantis terbilang gila. Secara mengejutkan, Wan mampu mendesain Aquaman sebagai satu ancaman berbahaya bagi rivalnya.

Acungan jempol patut diberikan kepada sutradara asal Malaysia tersebut lewat permainan apiknya dari segi visual. Wan sukses menciptakan kota Atlantis dengan cantik, lengkap disertai dengan berbagai senjata dan armor berbau bawah laut yang keren. Jenis-jenis satwa bawah laut bisa disulapnya menjadi pesawat, senjata, bahkan armor yang menarik ketika disaksikan di dalam layar lebar.

Satu poin tambahan untuk Wan di dalam film ini adalah cara dirinya membuat adegan-adegan pertempuran menjadi lebih hidup dan menarik. Koreografi indah dipadukan dengan teknik pengambilan gambar yang bagus membuat penonton bisa merasakan sebuah sensasi peperangan yang berbeda dari film-film superhero lainnya.

Meskipun demikian, Wan juga tetap memiliki kekurangan dalam film ini. Beberapa karakter pendukung terlihat kurang maksimal karena tidak diberikan latar belakang yang lebih detail. Padahal Wan sudah menghabiskan waktu hingga 2 jam 23 menit untuk durasi keseluruhan Aquaman. Gaya Wan bercerita dalam film ini terlalu bertele-tele sehingga durasi filmnya pun menjadi terlalu panjang untuk sebuah film superhero solo.

Secara keseluruhan, Aquaman memberikan secercah harapan baru bagi DC Extended Universe. Walau belum bisa menyamai level trilogy Batman era Nolan, Aquaman bisa dikatakan satu tingkat lebih di atas film-film DC sebelumnya.

Baca Juga: Muncul Petisi Tolak Iklan Online Shop BLACKPINK

Okezone memberikan nilai 6,8 untuk film Aquaman. Film ini sudah bisa dinikmati di berbagai jaringan bioskop di Indonesia per hari ini, Rabu (12/12/2018). (LID)

(kem)

BERITA FOTO
+ 6

Kostum-Kostum Unik Peserta pada Hari Pertama Comic Con di San Diego Amerika Serikat

Miguel dan Lucy Capuchino dengan kostumnya pada hari pertama Comic Con di San Diego, California, Amerika Serikat, Kamis 19 Juli 2018 waktu setempat. (REUTERS/Mike Blake)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini