nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gia Carangi, Supermodel Pertama yang Meninggal Akibat AIDS

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 16:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 33 1987197 gia-carangi-supermodel-pertama-yang-meninggal-akibat-aids-lMUSOaK7Bj.jpg Gia Carangi (Foto: thefamouspeople)

LOS ANGELES – Gia Marie Carangi atau lebih dikenal dengan sapaan Gia adalah seorang supermodel cantik asal Amerika Serikat. Kisah hidupnya dari mulai kehidupan pribadi hingga perjalanannya di runway merupakan sebuah kisah yang menarik untuk disimak.

Baca Juga: Jackie Chan Sebut Perselingkuhannya sebagai Kesalahan Besar

Karier Gia di dunia model menapaki puncaknya pada era 1970 hingga 1980an. Padahal namanya baru masuk ke dunia model pada tahun 1978 .

Wajah cantik Gia sudah mulai menghiasi majalah-majalah besar seperti British Vogue pada tahun 1979, Vogue Prancis pada tahun 1979 dan 1980, American Vogue pada 1980, serta Vogue Italia di tahun 1981.

Gia Carangi

Berhasil menjadi cover majalah-majalah besar tentunya membuat karier Gia semakin menanjak. Ia pun akhirnya sering dijadikan bintang iklan oleh brand-brand fesyen besar semacam Armani, Christian Dior, Versace, atau bahkan Yves Saint Laurent.

Seiring dengan meningkatnya karier di dunia permodelan, tekanan yang datang pada wanita kelahiran Philadelphia, 29 Januari 1960 ini pun menjadi semakin besar. Sama seperti pelaku industry hiburan Hollywood lainnya, Gia pun akhirnya melarikan dirinya dengan bantuan obat-obatan.

Gia Carangi

Gia diketahui mengonsumsi obat-obat terlarang berjenis kokain, yang saat itu dianggap sebagai bagian dari pergaulan terkininya. Ketergantungan Gia terhadap kokain semakin bertambah ketika mentor sekaligus agennya, Wilhelmina Cooper meninggal dunia pada Maret 1980. Kondisi kejiwaan yang semakin tak stabil ditambah tekanan besar membuat Gia semakin menggila. Ia mulai menggunakan heroin.

Pengaruh buruk obat-obatan akhirnya menuntaskan karier seorang Gia Carangi. Sejak saat itu ia sering bersikap buruk di tengah sesi pemotretan. Temperamennya memburuk, sering mengacau, tertidur di depan kamera, bahkan sering meninggalkan lokasi sebelum sesi pemotretan berakhir.

Akibat dari rentetan perilaku buruk tersebut, Gia pun mulai dijauhi oleh orang-orang ternama di dunia fesyen. Kariernya pun berakhir pada tahun 1983.

Gia Carangi

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Gia sempat berusaha keluar dari kecanduan obat-obatan terlarang. Ia sempat menjalani program rehabilitasi dan perawatan pneumonia di Warminster General Hospital. Namun setelah itu, Gia dideteksi mengidap HIV/AIDS.

Gia akhrinya meninggal dunia pada tanggal 18 November 1986 di kampung halamannya. Ia tak bisa diselamatkan dari HIV/AIDS saat dirawat di Hanemann University Hospital. Ironisnya, kabar duka ini justru baru diketahui oleh para pelaku dunia fesyen satu bulan kemudian.

Baca Juga: Diam-Diam Rina Nose Sudah Punya Kekasih Bule

Kisah hidup Gia Carangi pun akhirnya ditulis dalam biografi karya Stephen Fried dengan judul Thing of Beauty. Buku tersebut diluncurkan pada tahun 1993. Tak hanya itu saja, kisah hidup Gia juga akhirnya diangkat ke layar lebar pada tahun 1998. Angelina Jolie sukses memerankan Gia Carangi dalam film ini hingga diganjar penghargaan Golden Globe.

(LID)

BERITA FOTO
+ 4

Cantik Berbalut Gaun Pink, Georgia Fowler di AmfAR Cinema Against AIDS 2018

Peragawati asal Selandia Baru berusia 25 tahun ini tampil cantik berbalut gaun pink yang dikenakannya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini