nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perjalanan Karier NH Dini, Novelis Berdarah Bugis

Revi C. Rantung, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 19:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 04 33 1986845 perjalanan-karier-nh-dini-novelis-berdarah-bugis-G82HXIFV9n.jpg NH Dini (Foto: Instagram Indonesia Art Documentary)

JAKARTA - Kabar duka kembali datang dari dunia seni dan budaya Tanah Air, dimana novelis senior, Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin alias NH Dini tutup usia pada sore ini, Selasa (4/12/2018). Kabar itu pun didapat dari kicauan sastrawan Goenawan Mohamad melalui twiternya @gm_gm.

Dari kabar yang diterima oleh Goenawan Mohammad, NH Dini meninggal akibat kecelakaan mobil. Doa pun langsung dipanjatkan akun twiter @gm_gm pada mendiang NH Dini.

Baca Juga: Begini Kronologi Dhea Imut Alami Kecelakaan di Depok

Baca Juga: Pacari Komedian Asal Brasil, Intip Pose Mesra Aura Kasih dan Kekasih

NH Dini

Wafat, Nh.Dini. Kabar yg saya terima karena kecelakaan mobil. Novelis kelahiran 1936 ini sastrawan terkemuka dari generasi yg muncul pertama kali di majalah Kisah. Karyanya: Pada Sebuah Kapal, Namaku Hiroko. Semoga ia beristirahat dalam damai,” tulis Goenawan Mohamad.

Dari data yang dihimpun oleh Okezone, pemilik nama asli Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin ini merupakan seorang sastrawan, novelis yang lahir pada 29 Februari 1936 di Semarang. NH Dini adalah anak dari pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah.

Kabarnya, NH Dini masih memiliki darah Bugis sehingga ia memiliki sifat yang keras kepala. Kendati demikian, NH Dini mempunyai masa kecil dengan banyak larangan di dalamnya.

Sementara itu, bila berbiaca mengenai hasil karya dari NH Dini, bungsu dari lima bersaudara ini telah memiliki karya-karya novel terbaik. Diantaranya, Pada Sebuah Kapal yang tenar pada 1972, La Barka pada 1977, Pertemuan Dua Hati pada (1986), Orang-orang Tan pada 1983 dan masih banyak lagi.

NH Dini dikenal sebagai pengarang yang suka mencurahkan apa yang ia rasakan. Dan selain menghasilkan novel hingga cerpen-cerpen, NH Dini sempat menyabet penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand. Sontak dengan penghargaan ini membuat namanya menjadi harum. (aln)

(kem)

BERITA FOTO
+ 7

Diadaptasi dari Novel Karya Pramoedya, Reza Rahadian dan Chelsea Islan Bermain Kembali dalam Bunga Penutup Abad

Reza Rahadian sebagai Minke, Chelsea Islan sebagai Annelies dan Marsha Timothy sebagai Nyai Ontosoroh dalam pertunjukan Bunga Penutup Abad di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jumat 16 November 2018. Bunga Penutup Abad merupakan sebuah pementasan teater yang diadaptasi dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini