nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Organisasi Hak Asasi Yahudi Sambut Baik Permintaan Maaf Agensi BTS

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 14:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 15 33 1978213 organisasi-hak-asasi-yahudi-sambut-baik-permintaan-maaf-agensi-bts-JhLgFCoPn7.jpg BTS. (Foto: People)

LOS ANGELES - Simon Wiesenthal Center, organisasi internasional yang memperjuangkan hak asasi Yahudi, menyambut baik permintaan maaf Big Hit Entertainment. Hal ini menyusul permintaan maaf resmi agensi tersebut yang dirilis pada Selasa pagi (13/11/2018) terkait tiga isu kontroversial yang membelit BTS.

Dalam situs resmi Simon Wiesenthal Center, tertanggal 13 November 2018 waktu setempat, organisasi tersebut mengunggah pernyataan berjudul ‘Wiesenthal Center Menerima Permintaan Maaf Grup K-Pop Atas Insiden yang Menyinggung Umat Yahudi dan Korban Jepang pada Perang Dunia II’. Berdasarkan keterangan organisasi tersebut, Big Hit Entertainment telah mengirimkan permintaan maaf secara resmi kepada mereka dan organisasi itu ‘menerima’ dengan baik.

Baca juga: Penyanyi Veteran Korea Tanggapi Kasus Kontroversial BTS

Adapun tiga isu utama yang disoroti Simon Wiesenthal Center dalam pernyataannya tersebut adalah penggunaan topi berhiaskan lambang ‘Totenkopf’ Nazi SS, memakai kaus bergambarkan aksi bom atom Perang Dunia II, serta tampil dengan kostum seperti seragam Schutzstaffel (SS) dan mengibarkan atribut menyerupai bendera Nazi.

Ketiga isu itu, menurut Simon Wiesenthal Center, berpotensi menyinggung tak hanya umat Yahudi yang menjadi korban Holocaust, namun juga korban pengeboman Hiroshima dan Nagasaki. “Insiden memalukan ini menunjukkan minimnya pengetahuan dasar generasi muda terhadap sejarah yang malah akan membahayakan masa depan mereka,” ujar Rabbi Abraham Cooper, Direktur Global Social Action Simon Wiesenthal Center dalam keterangannya.

Dia menambahkan, organisasi itu ingin merangkul BTS memanfaatkan popularitas global mereka dalam menyebarkan kebaikan, bukan menjadi pelayan kuasa kegelapan. Sementara itu, Big Hit Entertainment dalam suratnya kepada Simon Wiesenthal Center mengungkapkan, mereka bertanggung jawab penuh terhadap isu kontroversial tersebut.

“Kami tak akan mencari-cari alasan dengan mengatakan bahwa Big Hit Entertainment gagal menyaring semua permasalahan ini. Kami sangat menyesalinya. Kami akan terus melatih diri untuk lebih peka terhadap hal-hal semacam ini dan melindungi artis kami agar insiden serupa tak terjadi kembali,” ujar Big Hit Entertainment.

Baca juga: Main ke Kantor Irwan Mussry, Begini Penampilan Maia Estianty

Permintaan maaf Big Hit Entertainment itu menyusul protes keras yang dilontarkan Rabbi Abraham Cooper, pada 11 November 2018. “Mengenakan kaus itu di Jepang dan mengejek para korban bom Nagasaki menunjukkan bagaimana boyband ini mengolok-olok sejarah,” ungkap Cooper kala itu.

Cooper menilai, apabila didiamkan maka generasi muda Korea Selatan dan seluruh dunia bisa menjadikan kefanatikan dan intoleransi sebagai sebuah hal yang keren. “Manajemen, tak hanya para personel BTS, tentunya harus meminta maaf secara terbuka.” 

(SIS)

BERITA FOTO
+ 6

WOW! BTS Jadi Boygroup Korea Selatan Pertama yang Tampil di American Music Awards

Boygroup Beyond The Scene (BTS) hadir pada acara American Music Awards 2017 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (19/11/2017) waktu setempat. (REUTERS/Mario Anzuoni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini