nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyanyi Veteran Korea Tanggapi Kasus Kontroversial BTS

Siska Maria Eviline, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 22:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 14 33 1977913 penyanyi-veteran-korea-tanggapi-kasus-kontroversial-bts-ZxJppk9yoG.jpg BTS. (Foto: Big Hit Entertainment)

SEOUL - Kim Jang Hoon, penyanyi asal Korea Selatan, menanggapi kontroversi yang menyelimuti boyband BTS. Seperti diketahui, BTS menjadi perdebatan publik setelah foto yang memperlihatkan Jimin mengenakan kaus bergambarkan bom atom viral di dunia maya.

Boyband asuhan Big Hit Entertainment itu terlibat dalam kasus kontroversial lainnya, ketika kelompok pejuang hak asasi Yahudi mempermasalahkan topi bersimbolkan Partai Nazi yang dikenakan RM dan keberadaan atribut bendera menyerupai swastika dalam pertunjukan mereka.

Baca juga: BTS Dikaitkan dengan Nazisme, Agensi Rilis Permintaan Maaf

Meski kemudian Big Hit Entertainment telah merilis permintaan maaf, namun sebuah majalah Jepang tetap meminta pertanggungjawaban BTS. RM cs juga batal tampil dalam sebuah program musik lokal yang telah dijadwalkan sebelumnya. Seperti diketahui, personel BTS tengah berada di Tokyo, Jepang saat ini dalam rangka tur konser ‘Love Yourself’.

Menanggapi kontroversi tersebut, Kim Jang Hoon mengaku, memberikan pandangannya secara obyektif berdasarkan sudut pandang kemanusiaan, sejarah, dan logika umum. “Aku akan mengunggah fakta-fakta terkait apa yang ingin aku sampaikan pada Rabu (14/11/2018), pukul 12.00 waktu Korea, Inggris, dan Jepang,” katanya seperti dikutip dari Soompi, Rabu (14/11/2018).

“Aku ingin semua dunia tahu, kekasaran dan keanehan Jepang. Sebuah majalah Jepang bahkan menuntut penjelasan dari BTS. Tapi pertanyaanku adalah apakah 'penjajah' menuntut penjelasan dari korbannya?” ujar musisi 51 tahun tersebut dalam tulisannya.

Dia menilai, apa yang dilakukan oleh majalah Jepang itu adalah sebuah bentuk protes yang sangat kasar. “Jangan menjadikan masalah ini sebagai sesuatu yang sentimental atau emosional, tapi gunakanlah logika. Sebagai preview untuk tulisanku selanjutnya, izinkan aku mengungkapkan satu hal,” kata pelantun Like Rain and Music tersebut.

Dalam keterangannya, Kim mengatakan, Unit 731 yang merupakan unit militer Jepang yang melakukan riset dan pengembangan kimia di Harbin sebagai pelaku kejahatan keji. Unit yang disebut Maruta itu, menurut Kim, melakukan uji coba pembedahan secara brutal hingga eksperimen pembekuan terhadap manusia.

“Sejak tahun 1940, sekitar 3,000 masyarakat Korea, China, Russia, Mongolia, dan lainnya dikorbankan untuk eksperimen tersebut. Bahkan setelah kekalahan Jepang di Perang Dunia II, ada 150 orang yang dieksekusi karena takut keberadaan Unit 731 itu akan terungkap,” paparnya.

Baca juga: Gara-Gara Sisca Dewi, Irjen Pol BS Turun Jabatan dan Dimutasi

Namun kemudian, imbuh Kim, setelah semua peristiwa itu perdana menteri Jepang dengan bangganya menunggangi sebuah jet tempur bertuliskan ‘731’. “Lalu mereka mengatakan, itu hanya kebetulan? Tak bisakah mereka melihat angka itu?”

Sesuai janjinya, hari ini (14/11/2018), musisi asal Seoul, Korea Selatan itu kemudian mengunggah fakta-fakta tentang penjajahan Jepang. Dia juga membeberkan kontroversi yang melibatkan Shinzo Abe, Perdana Menteri Jepang, dan mengakhirinya dengan harapan atas perdamaian dunia.

(SIS)

BERITA FOTO
+ 6

WOW! BTS Jadi Boygroup Korea Selatan Pertama yang Tampil di American Music Awards

Boygroup Beyond The Scene (BTS) hadir pada acara American Music Awards 2017 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, Minggu (19/11/2017) waktu setempat. (REUTERS/Mario Anzuoni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini