nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sion 'SoundBoy Junior' Dukung Pelestarian Permainan Tradisional Anak

Revi C. Rantung, Jurnalis · Jum'at 02 November 2018 04:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 02 33 1972230 sion-soundboy-junior-dukung-pelestarian-permainan-tradisional-anak-YkyV8Ffu4s.jpg Sion SounBoy Junior (Foto: Revi/Okezone)

JAKARTA - Sion Philip Sagala atau biasa dikenal dengan nama Sion ‘SoundBoy Junior’ begitu mendukung pelestarian permainan daerah. Padahal, saat ini permainan-permainan daerah tersebut sedikit terpinggirkan lantaran adanya gadget-gadget canggih.

Baca Juga: Ini Penyebab Saipul Jamil Bisa Keluar Penjara Sesaat

Ya sebagai bentuk dukungannya, Sion ‘Soundboy Junior’ turut berpartisipasi dalam acara yang diadakan oleh sekolahnya terdahulu, Ora Et Labora. Kebetulan, sekolah tersebut mengadakan sebuah acara yang bernama Lasporta (Labora Sport and Art). Kegiatan ini pun menjadi sebuah acara tahunan sekolah terdahulunya itu.

“Hari ini ada pentas seni Ora Et Labora yang dilaksanakan Kamis 1 November 2018. Aku itu alumni dari sekolah ini, ada salah satu guru dekat lah waktu SMP buat nyanyi,” ujar Sion ‘SoundBoy Junior’ saat dijumpai di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan pada Kamis 1 November 2018.

Sion SoundBoy

Lebih lanjut, terkait acara yang diusung oleh mantan sekolahnya, Sion rupanya memberi dukungan penuh. Apalagi ia melihat permainan-permainan tradisional seperti egrang, galaksin dan masih banyak lagi yang menjadi primadona permainan masa lampau, sudah sedikit ditinggalkan anak-anak masa kini.

“Tema (acaranya) bagus tahun ini. Mulai belakangan ini anak-anak zaman sekarang kurang tahu budaya (permainan dulu). Kalau dulu itu kaya engrang, gaaksin banyak yang enggak tahu (sekarang). (Semoga adanya acara ini) bisa mengingatkan kembali lagi,” papar Sion.

Sion SoundBoy

Sementara itu, pihak sekolah yang diwakili Dra. Nunuk Istriani sebagai Principal menambahkan bila kebudayaan permainan tradisional harus kembali digalakkan. Minimal permainan-permainan tradisional itu dapat kembali dikagumi anak-anak zaman sekarang.

“Kami memang setiap tahun ada acara, yang namanya Lasporta, Labora Sport and Art. Tapi untuk tahun ini kami memgambil tema Ayo Bermain. Kita mengangkat permainan daerah. Karena selama ini, permainan daerah mulai tenggalam, enggak ada lagi,” ungkap Nunuk Istriani.

Baca Juga: Kembali Unggah Foto Seksi, Wulan Guritno Diingatkan untuk Hijrah

“Dan bagaimana kita mengangkat ini agar muncul ke permukaan dan dikenal oleh anak-anak seperti galaksin, bakiak dan egrang. Itu permainan daerah yang langka sekali,” pungkasnya.

(LID)

BERITA FOTO
+ 7

Intip Keseruan Mahasiswa Asing Memasak Kue Tradisional

Tiga mahasiswa asing peserta pertukaran pelajar selama satu semester menempuh pendidikan di Ubaya, belajar membuat kue Cikak atau yang lebih dikenal dengan kue Tok, bersama ibu-ibu dari Kampung Kue Rungkut Lor di Pendopo Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan Universitas Surabaya (Pusdakota Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Senin 22 Oktober 2018.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini