nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pameran Ribera: Art of Violence Ajak Pengunjung Saksikan Lukisan Penderitaan

Hana Futari, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 08:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 12 33 1962957 lewat-pameran-ribera-art-of-violence-pengunjung-diajak-saksikan-lukisan-penderitaan-5dtTWBKoAE.jpg Salah satu lukisan Ribera (Foto: Museo de Bellas Artes de Bilbao)

JAKARTA – Sebuah pameran bertajuk Ribera: Art of Violence menampilkan berbagai lukisan karya Jusepe de Ribera. Berbeda dari lukisan umumnya, dalam pameran ini menampilkan berbagai karya Ribera yang memperlihatkan kekejaman yang diterima oleh seseorang.

Baca Juga: Dita Soedarjo Malu Ditegur Denny Sumargo Unggah Foto Pakaian Terbuka

Diselenggarkannya pameran ini dalam rangka mempertanyakan ulang mengenai pandangan yang dimiliki Ribera untuk menciptakan karyanya. Hal tersebut disampaikan oleh Kelly Grovier, seorang penulis asal University of California.

Pameran ini juga bermaksud menentang pemikiran sejarah bahwa Ribera terlibat dalam mafia yang mengintimidasi orang-orang di sekitarnya atau keterlibatan Ribera dalam tuduhan peracunan pelukis Bologna, Domenichino.

Ribera: Art of Violence

"Ribera tak harus menjadi seorang sadistis untuk menciptakan citra-citra kekerasannya. Dan penggambaran yang gamblang dari seorang seniman tak selalu mengindikasikan kepribadiannya," kata Edward Payne, salah satu kurator pameran itu.

Pameran ini dibuka dengan lukisan yang bermakna pemikiran akan penderitaan Santo Bartolomeus yang dikuliti hidup-hidup dan dipenggal karena kepercayaannya. Kemudian pengunjung akan disuguhkan dengan berbagai penyiksan yang diterima rasul melalui koleksi lukisan yang berasl dari Florence, Barcelona, dan New York.

Ribera: Art of Violence

Sebuah lukisan yang dibuat pada 1628 itu memperlihatkan tubuh seorang rasul yang belum diapa-apakan. Sementara itu, seseorang yang tertutup oleh bayangan tengah mengasah sebuah pisau.

Sementar itu, lukisan yang dibuat Ribera pada 1644 terlihat lebih grafis dalam menggambarkan kematian rasul yang dikuliti hidup-hidup. Adegan yang dibuat sama dengan lukisan1628 itu terlihat lebih nyata.

Pameran ini sendiri dibagi menjadi beberap tema untuk lebih memahami pemikiran Ribera. Berbagai materi dalam pameran ini menunjukkan bahwa kekejaman merupakan sesuatu yang kontemporer.

Baca Juga: Bassis System of a Down Ungkap Kangen Bikin Album

Selain lukisan yang ditumpahkan dalam kanvas, beberapa karya seni juga dipertunjukkan dalam pameran ini, contohnya saja kumpulan pajangan piring yang dihadirkan. Piring-piring tersebut memeprlihatkan penggantungan massal. Pajangan ini didapatkan dari pembuat cetakan Prancis, Jacques Callot, berjudul Les misères et les malheurs de la guerre (Kesengsaraan dan Kerugian Perang), terbit di Paris pada 1633.

(LID)

BERITA FOTO
+ 8

Festival Seni dan Budaya Papua Barat Meriahkan ICBE 2018

Penari membawakan tarian tradisional khas dari masing-masing kabupaten kota Provinsi Papua Barat pada pembukaan Festival Seni dan Budaya di halaman kantor Gubernur Provinsi Papua Barat, Papua Barat, Senin 8 Oktober 2018.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini