nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gempa dan Tsunami Hantam Sulawesi Tengah, Begini Ucapan Kesedihan Mas Pur 'TOP'

Revi C. Rantung, Jurnalis · Rabu 03 Oktober 2018 05:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 03 33 1958852 gempa-dan-tsunami-hantam-sulawesi-tengah-begini-ucapan-kesedihan-mas-pur-top-eG3OxGrJ4n.jpg Furry Setya (Foto: Revi/Okezone)

JAKARTA - Satu lagi selebriti yang mengungkapkan rasa kesedihannya atas bencana alam yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Dia adalah Furry Setya atau biasa dikenal dengan nama Mas Pur pada sinetron ‘Tukang Ojek Pengkolan (TOP)’.

Baca Juga: Berkat Akting, Nirina Zubir Tahu Rasanya Jadi Orang Minang

Sedih dengan bencana yang terjadi di Sulawesi Tengah, Mas Pur mencoba turut merasakan apa yang kini alami para korban di daerah bencana. Mas Pur tak kuasa menahan sedih saat melihat dengan jelas tentang gempa 7,7 SR dan tsunami yang terjadi di Donggala dan Palu.

“Sedih lah, terus biarpun enggak bisa merasakan seperti saudara-saudara kita di Palu, tapi gue turut merasakan apa yang mereka rasakan, walaupun enggak sedalam mereka,” ucap Mas Pur saat dihubungi Okezone pada Selasa (2/9/2018).

Furry Setya sebagai Mas Pur

“Tapi gue ngerasa lihat di Youtube, Sosmed itu sedih terus, ya apa ya, ini jadi cobaan, pasti segala macam musibah dari yang di Atas, dan mudah-mudahan jadi pelajaran buat kita semuanya,” sambungnya.

Hanya doa yang bisa dipanjatkan oleh Mas Pur dan berharap bencana alam tersebut cepat reda. Tak hanya itu, melihat kondisi pascagempa Palu yang memprihatinkan, Mas Pur berharap agar pemerintah segera menanggulangi lokasi bencana.

“Mudah-mudahan semua enggak ada masalah terus pemerintah segera melalukan pembenahan fasilitas-fasilitas di sana. Membangun kembali sarana publik, kayak jalanan, bandara, jembatan. Pokoknya yang buat masyarakat lah, dan masyarakat kembali beraktivitas seperti semula,” paparnya.

Gempa Donggala

Sorotan Mas Pur tidak hanya sampai di situ. Banyaknya korban yang berjatuhan akibat bencana alam ini, tentu harus ada pemulihan mental bagi mereka yang berada di daerah bencana. Apalagi banyak keluarga yang terpisah dengan sanak saudara.

“Kalau gue ngelihat pemulihan mental buat masyarakat sana sih, itu penting. Karena ada yang ditinggalkan, keluarga yang awalnya lengkap, kehilangan harta benda dan saudara, kaya begitu,” ujarnya.

“Cepat bangkit, karena gimana pun hidup akan terus berjalan. Mudah-mudahan kembali pulih. Trauma hilang,” tutupnya.

Baca Juga: Suka Duka Nino RAN Jadi Penyiar Radio Pagi

Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,7 SR mengguncang Kota Palu dan sekitarnya pada Jumat 28 September 2018 kemarin. Gempa tersebut menghasilkan tsunami di Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Akibat peristiwa bencana alam ini, korban meninggal dunia mencapai ratusan orang.

(LID)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini