nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ardina Rasti dan Suami Gelar Upacara 7 Bulanan Berbalut Adat Jawa

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Minggu 30 September 2018 21:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 30 33 1957752 ardina-rasti-dan-suami-gelar-upacara-7-bulanan-berbalut-adat-jawa-wkQ11HpByD.jpeg Ardina Rasti dan Suami. (Foto: Okezone/Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Jika sebelumnya Ardina Rasti dan Arie Dwi Andhika melakukan maternity shoot di Bali, kini pasangan yang menikah pada Januari 2018 tersebut menggelar acara syukuran 7 bulan kehamilan.

Bertempat di salah satu tempat di kawasan Kemang, Ardina Rasti dan Arie Dwi Andhika menggelar acara 7 bulanan dengan adat Jawa. Diawali dengan pengajian, acara syukuran tersebut dilanjutkan dengan siraman.

Baca juga: Dituding Jiplak Drama Jepang, Let Me Introduce Her Tamat dengan Rating 2 Digit

Kepada awak media, aktris 32 tahun tersebut pun menceritakan kalau segala macam prosesi adat yang dilakukannya untuk acara syukuran 7 bulan kehamilannya dirancang oleh pihak keluarga dan pihak wedding organizer.

"Sebenarnya sih 7 bulanan ini kita serahkan kepada keluarga, karena ini tradisi yang sudah ada pakemnya. Kami takut salah juga," ujar Ardina Rasti saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (30/9/2018).

"Untungnya kami dibantu sama wedding organizer, jadi semuanya berjalan sesuai dengan apa yang kami inginkan," tambah mantan kekasih Eza Gionino tersebut.

Selain menjalani prosesi pengajian dan siraman, acara 7 bulanan yang berlangsung selama kurang lebih 4 jam tersebut juga berisikan beberapa prosesi adat Jawa lainnya, seperti menjual rujak, mecah cengkir, dan juga menggelindingkan telur.

Baca juga: Lepas Status Janda, Gwyneth Paltrow Resmi Dinikahi Brad Falchuk

"Mitoni ini 7 bulanan, sebenarnya kan yang pasti ada pengajiannya dan siraman. Siramannya juga beda. Bedanya, kalau misalnya kami mau nikah yang nyiram itu harus sudah punya anak. Nah kalau 7 bulanan itu harus sudah punya cucu. Jadi ya ternyata seperti itu," papar Ardina Rasti.

"Terus ada prosesi jualan rujak, jadi kalau rujaknya enak anaknya perempuan, terus kalau rujaknya terlalu pedas itu anaknya laki-laki," tutup pemain film Kain Kafan Perawan tersebut.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini