nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fenomena Panjat Sosial di Kalangan Selebriti

Hana Futari, Jurnalis · Rabu 12 September 2018 07:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 09 11 33 1949157 fenomena-panjat-sosial-dari-kacamata-moammar-emka-pMljcxCaBF.jpg Moammar Emka (Foto: Okezone)

JAKARTA - Fenomena panjat sosial atau yang disebut dengan social climber kini kian marak. Beberapa selebritis pun disebut-sebut melakukan social climber demi mendompleng nama mereka.

Lantas sebenarnya apa yang disebut dengan fenomena social climber? Pengamat dunia hiburan, Moammar Emka pun mengungkapkan fakta tentang fenomena yang sedang ramai ini menurut pandangannya.

Menurut Emka, social climber sendiri dilakukan seseorang untuk meningkatkan status sosialnya dengan cara menumpang nama orang lain yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat banyak.

- Baca Juga: Moammar Emka Bongkar Alasan Nikita Mirzani

"Pertama karena persoalan status. Misalnya ada seseorang yang status sosialnya biasa-biasa saja dia mencoba masuk ke ranah status sosialita. Begitu juga seperti seseorang yang ingin merubah status menjadi selebriti. Dia coba masuk ke sana dengan memanfaatkan salah satu nama selebriti yang sudah terkenal atau memanfaatkan komunitas sosial nya," ujar Moammar Emka saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (11/9/2018).

Menurut penulis novel Jakarta Undercover tersebut, fenomena ini sebenarnya sudah ada sejak lama sejak adanya social live. Fenomena ini pun semakin meluas karena adanya sosial media. Menurut Emka sendiri, sosial media memiliki dua sisi.

Pertama, melalui sosial media seseorang dapat membesarkan namanya sendiri tanpa harus menjadi social climb. Sementara itu ada juga segelintir orang yang menjadikan media sosial sebagai ajang untuk menumpang nama seseorang.

 

"Di sisi lain sosial media makin memudahkan siapapun itu untuk terlihat deket sama sosialita atau artis yang dia tumpangi. Itu yang membuat social climber sekarang jauh lebih banyak karena kesempatannya semakin terbuka lebar. Kalau dulu kan dia harus masuk TV atau majalah itu susah kan," Imbuh Emka.

Lebih jauh menurut Emka, melakukan panjat sosial merupakan sesuatu yang sah dengan catatan tidak merugikan orang lain. Namun sayangnya tak jarang pula usaha tersebut kedepannya memicu keributan antara orang yang melakukan serta seseorang yang ditumpangi namanya.

"Sebenarnya sih sah-sah aja selama kemudian tidak merugikan orang. Tapi dalam beberapa kasus kemudian salah satu dari orang tersebut merasa dirugikan kan. Social climber itu kadangkala berefek pada dirugikannya seseorang misalnya kan Iya seperti jual nama teman lalu akhirnya ribut," pungkasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini