Jika Black Panther Masuk Oscar, Chadwick Boseman Merasa Bingung

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Minggu 02 September 2018 03:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 09 01 206 1944497 jika-black-panther-masuk-oscar-chadwick-boseman-merasa-bingung-ctvhBTWtSL.jpg Black Panther (Foto: Marvel)

LOS ANGELES - Disney dan Marvel kini sedang berusaha mendorong Black Panther untuk setidaknya masuk dalam satu nominasi di Oscar 2019. Bahkan, mereka telah menyewa seorang ahli untuk mendorong hal tersebut benar-benar terwujud.

Hal ini diamini oleh salah satu pemeran utama dari film tersebut, yakni Chadwick Boseman. Bahkan, dalam sebuah wawancara terbaru, dia mengaku ingin melihat film tersebut menjadi salah satu nominasi di ajang prestisius tersebut.

 Black Panther


(Baca Juga: Pulang Haji, Pakaian Nia Ramadhani Jadi Sorotan Warganet)

(Baca Juga: Sehari Tiduri 3 Pria, Mel B Bantah Kecanduan Seks)

Tapi, dia mengatakan bahwa dia masih bingung apakah dia harus senang atau tidak jika Black Panther menang dalam ajang tersebut. “Kami masih belum tahu hadiah baru dalam ajang itu, jadi saya tidak tahu apakah akan senang atau tidak," kata Boseman, seperti dikutip dari laman Billboard, Sabtu (1/9/2018).

Meski begitu, Boseman menyebut jika mereka tidak melakukan kampanye besar-besaran untuk film tersebut. Kecuali, mereka sudah masuk nominasi populer.

"Apa yang bisa saya katakan adalah tidak ada kampanye untuk kategori film populer. Jika ada kampanye, itu untuk gambar terbaik, dan hanya itu saja," katanya.

Boseman merasa bahwa pengenalan kategori Oscar yang populer seharusnya tidak menghalangi anggota Akademi dari nominasi film populer dalam kategori gambar Oscar terbaik. "Film yang keren adalah film yang bagus," katanya.

“Dan jelas tidak peduli berapa banyak uang yang dihasilkan film untuk menjadi besar, film yang bagus di benak anggota Akademi karena jika itu terjadi, film-film yang dinominasikan dan menang, tidak akan dinominasikan. Dan jika itu tidak masalah, maka tidak masalah di kedua sisi,” lanjutnya.

Black Panther

Tak ketinggalan, dia juga menyebut jika untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka harus melalui rintangan yang sulit.

"Apa yang kami lakukan sangat sulit. Kami menciptakan dunia, kami menciptakan budaya, kami harus menciptakan agama, spiritualitas, politik, kami harus menciptakan aksen. Kami harus tarik dari budaya yang berbeda untuk menciptakan gaya pakaian dan gaya rambut, ini sangat mirip dengan bagian periode. Jadi, sejauh itu, saya berani film apa saja untuk mencoba membandingkan dengan tingkat kesulitan yang satu ini. Dan fakta bahwa begitu banyak orang menyukainya, dan jika Anda hanya mengatakan merupakan film populer, itu elitis," pungkasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini