nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Epy Kusnandar Tak Jadikan Angpao Lebaran sebagai Tradisi, Ini Alasannya

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Jum'at 15 Juni 2018 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 14 33 1910356 epy-kusnandar-tak-jadikan-angpao-lebaran-sebagai-tradisi-ini-alasannya-W53dPC1LQq.jpg Epy Kusnandar (Foto: Instagram)

JAKARTA - Epy Kusnandar tak ingin keluarga serta para tetangganya selalu mengharapkan angpao darinya saat Lebaran tiba. Untuk itulah pemain sinetron Preman Pensiun itu enggan menjadikan bagi-bagi angpao sebagai tradisi wajib saat Lebaran tiba.

Menurut Epy, ia akan membagikan angpao saat rejekinya berlebih. Namun hal tersebut bukan merupakan hal wajib melainkan tindakan yang akan membuatnya bahagia karena telah berbagi.

"Saya enggak ada tradisi itu ya. Tapi suka ngasih tapi tidak dijadikan tradisi. Kalau sempat dan ada ya kita kasih," katanya di kawasan Jakarta Selatan.

Epy Kusnandar

(Baca Juga: Muncul Perdana di Film Avengers, Captain Marvel Akan Pimpin Pasukan Avengers 4)

(Baca Juga: Avengers: Infinity War, Justice League dan Black Panther Masuk Nominasi Teen Choice Awards 2018)

"Soalnya kalau dijadikan tradisi itu antrian bakal memanjang nanti penuh harap. Jadi hutang nantinya. Ini mah selagi ada ya dikasih tapi mereka tidak berharap," sambung Epy.

Lebih lanjut Epy merasa berbagi tak hanya disampaikan secara materi. Ia lebih suka berbagi pengalaman sebagai anak rantau yang cukup sukses berkarier di Jakarta.

Epy menjelaskan bahwa orang kampungnya kerap menganggap kehidupan di Jakarta mudah dan bisa ditaklukkan tanpa perjuangan. Tak sedikit dari tetangganya yang meminta untuk diajak pergi ke ibukota demi mengejar karier namun tak mempersiapkan mental juga kemampuan yang bisa diandalkan.

"Makna berbagi itu ya jangan sampai berbagi yang kaya 'wah di kota besar sangat menyenangkan'. Orang kampung biasanya kalau saya pulang mereka pengen ikut pergi ke Jakarta. Saya ikuti program pemerintah dari dulu jangan sembarangan bawa orang ke Jakarta kalau enggak punya keahlian," ujarnya.

"Jadi berbagi pengalaman bahwa hidup di Jakarta akan terlunta lunta kalau tidak punya keahlian. Kalau saya kan cuma punya dua modal yaitu nekat sama neket, neket itu telanjang enggak bawa apa apa akhirnya suksesnya perlu waktu yang lama," tutup Epy.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini