nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dhea Annisa Ajukan Banding Atas Putusan Kasus Biro Ekspedisi

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 15:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 07 33 1907799 dhea-annisa-ajukan-banding-atas-putusan-kasus-biro-ekspedisi-RxAlN2Uf6P.jpg Dhea Annisa (Foto: Adiyoga/Okezone)

JAKARTA - Dhea Annisa resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait kasus wanprestasi yang dilakukan biro ekspedisi DHL Express, Kamis (7/6/2018). Didampingi kuasa hukumnya, Henry Indraguna, Dhea bersama sang ibunda Masayu Chairani datang mendaftarkan permohonan banding.

"Mama Dhea mendaftarkan banding atas perkara dengan nomor 733/Pdt.G/2017/PN. JKT SEL," ujar Henry usai mengurus berkas permohonan banding.

Dikatakan Henry Indraguna, Dhea Annisa mengajukan banding karena belum puas dengan hasil putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Masih ada beberapa poin penting gugatan yang belum dikabulkan Majelis Hakim.

 (Baca: Luna Maya Ungkap Alasan Enggan Terburu-buru Menikah)

"Dhea raib kameranya. Dia menyewa tuh selama tujuh bulan. Ada kerugian material lain yang belum dikabulkan Majelis," kata dia.

Sebagai informasi, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memenangkan Dhea Annisa atas gugatan terhadap biro ekspedisi DHL Express dalam sidang putusan pada 31 Mei 2018. Majelis Hakim mewajibkan DHL Express mengganti kerugian atas satu unit kamera DSLR merk Canon seharga Rp250 juta.

"Mendukung tergugat untuk memberikan penggantian satu unit kamera Canon DSLR fullset kepada penggugat, atau memberikan kerugian ganti rugi sejumlah satu unit kamera seharga dua ratus lima puluh dua juta satu rupiah," bunyi amar putusan yang dibacakan Henry Indraguna saat itu.

 (Baca juga: 7 FIlm Bollywood yang Tidak Bisa Kamu Lewatkan di 2018)

Namun dalam menyikapi hasil putusan, Dhea Annisa merasa belum puas dengan poin gugatan yang dikabulkan Majelis Hakim. Oleh karena itu, Henry Indraguna selaku kuasa hukum Dhea berharap permohonan banding kliennya dikabulkan demi memberikan efek jera.

"Biar keluarga Dhea yang terakhir. Yang kami inginkan, hormati konsumen. Kita adalah korban yang niat baik kirim barang, tapi raib kemana enggak tahu," tandasnya.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini