Ini Alasan Ed Sheeran Anulir Tiket Penggemar yang Dibeli dari Calo

Nur Chandra Laksana, Jurnalis · Senin 28 Mei 2018 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 28 205 1903606 ini-alasan-ed-sheeran-anulir-tiket-penggemar-yang-diieli-dari-calo-fn32rZWo8P.jpg Ed Sheeran (Foto: Getty Image)

LOS ANGELES - Ed Sheeran beberapa waktu lalu menjelaskan bahwa dirinya dan pihak promotor Kilimanjaro membatalkan puluhan ribu tiket yang telah dibeli oleh para penggemarnya. Hal ini dikarenakan Ed dan pihak Kilimanjaro menemukan kecurangan dalam penjualan tiket dari tur tersebut.

Perwakilan Kilimanjaro mengatakan bahwa para penggemar yang sudah membeli tiket dari situs sekunder seperti Viagogo, tidak dapat masuk ke dalam konsernya. Hal ini dikarenakan para pihak ketiga tersebut bertindak seperti ‘calo’ dan dikabarkan merusak harga penjualan tiket.

Al hasil, para penggemar yang datang pada konser Ed Sheeran pada Selasa (22/5/2018) lalu, yang memegang tiket dari situs sekunder tersebut diwajibkan membayar 80 poundsterling. Harga tersebut merupakan harga resmi dari tiket yang dijual oleh promotor.

(Baca juga: Asyik, Ed Sheeran Siap Luncurkan Lagu Perfect ke Versi Remix)

Dikabarkan, tak kurang dari 10 ribu tiket dari 18 tanggal tur yang diselenggarakan telah dibatalkan. Dan mereka tidak memberikan ganti rugi terhadap tiket yang dianulir tersebut.

“Ini semua dilakukan dengan benar saya tidak mencoba untuk merugikan penggemar. Orang-orang hanya perlu mulai mengambil sikap dan dalam dua atau tiga tahun perusahaan seperti Viagogo akan menjadi kaput (tidak lagi dalam bisnis),” ujar Ed Sheeran, seperti dikutip dari laman NME, Senin (28/5/2018).

Dia menambahkan jika hal ini tidak hanya dilakukan oleh dirinya saja. Melainkan beberapa musisi lain pun melakukan hal yang sama.

“Banyak yang sudah mengambil tindakan serupa, seperti Arctic Monkey, Adele, tidak ada yang setuju dengan hal itu (pencaloan),” tegas Ed.

(Baca juga: Meski Kecewa Batal Konser di Indonesia, Fans Harap Ed Sheeran Lekas Sembuh)

“Para penggemar juga tidak setuju dengan tiket sekunder. Terkadang Anda dapat menghabiskan semua uang, dan ternyata tiket tersebut adalah tiket palsu. Saya pikir ini hanya tentang menjadi kuat dan tidak mudah menyerah (melawan calo)," pungkasnya.

Para penggemar yang sudah membeli tiket di situs sekunder tersebut pun diberi arahan untuk mendapat pengembalian uang dari situs dimana mereka membelinya. Pihak Kilimanjaro pun mensosialisasikan bahwa para penggemar dengan tiket calo tersebut secara hukum dapat memperoleh pengembalian dana dari situs masing-masing.

“Semua orang yang telah melalui proses ini benar-benar bersyukur,” kata manajer Ed, Stuart Galbraith.

“Kami tidak memiliki keluhan, kami hanya mencoba untuk memastikan bahwa orang-orang tidak dirugikan. Kami akan membantu Anda mendapatkan pengembalian dana dari Viagogo dan situs sekunder lainnya,” janjinya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini