nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai Sembuh dari Stroke, Gatot Brajamusti Sidang Pakai Kursi Roda

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 25 33 1902866 mulai-sembuh-dari-stroke-gatot-brajamusti-sidang-pakai-kursi-roda-z9A1aTNBME.jpg Gatot Brajamusti (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gatot Brajamusti kemungkinan akan hadir di sidang kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar pada 31 Mei 2018. Kata Achmad Rulyansyah selaku kuasa hukum, Gatot telah menyatakan kesiapan untuk hadir.

"Saya kemarin sudah koordinasi sama Aa Gatot, dia bilang dengan kondisi sekarang Insya Allah menyanggupi hadir," ujar pria yang akrab disapa Ruly kepada Okezone, Jumat (25/5/2018).

Lantaran Gatot Brajamusti sudah menyanggupi, sidang mendatang dipastikan tidak ada penundaan seperti sebelumnya. Namun mantan Ketua Umum PARFI kemungkinan menghadiri sidang dengan kursi roda.

 

"Tanggal 31 tetap kita sidangkan, karena kondisinya kan sudah mendingan. Cuma nanti kesananya mungkin tetap pakai kursi roda," jelas Achmad Rulyansyah.

- Baca Juga: Kena Stroke, Gatot Brajamusti Pasrah pada Tuhan

Sebelumnya, Achmad Rulyansyah telah memberikan informasi terkait perkembangan kondisi Gatot Brajamusti. Kata Ruly, Gatot menunjukkan perkembangan positif dari gejala stroke yang dia alami.

"Ya pelan-pelan sudah bisa jalan. Kalau masih kuat untuk berdiri, untuk berjalan, ya tidak perlu pakai kursi roda. Tapi kalau memang Aa Gatot tidak bisa berjalan, harus pakai kursi roda, ya nanti kita mintakan," kata dia.

Gatot Brajamusti masih menantikan nasibnya dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa liar. Pasalnya, Gatot dituntut Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan satwa liar dan senjata api.

 

Dari kedua pasal, Gatot terancam pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Gatot Brajamusti sendiri sebelumnya sudah divonis penjara untuk dua kasus berbeda. Atas penyalahgunaan narkotika jenis sabu, Gatot dikenai pidana 10 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Mataram.

Sementara dalam kasus kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur, Gatot divonis 9 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(edh)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini