nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Lukman Sardi Seimbangkan Penggunaan Bahasa Asing ke Anak

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Kamis 24 Mei 2018 23:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 24 33 1902422 cara-lukman-sardi-seimbangkan-penggunaan-bahasa-asing-ke-anak-rYkNmHm0uz.jpg Lukman Sardi (Foto: Ady/Okezone)

JAKARTA  - Penggunaan lebih banyak bahasa asing dibanding bahasa Indonesia sudah menjadi salah satu masalah tersendiri di Tanah Air. Apalagi beberapa sekolah menerapkan kewajiban untuk menggunakan bahasa asing ketika sedang berada di sekolah.

Hal ini tentu membuat beberapa orangtua cukup khawatir karena kemampuan bahasa ibu anak-anak mereka justru menjadi lebih rendah dibanding bahasa asing. Salah satu orangtua yang menangkap problematika itu adalah Lukman Sardi.

“Kalau yang terjadi sekarang kan karena banyak sekolah internasional mereka pakai basic-nya Inggris, akhirnya gue lihat anak-anak Indonesia yang bahasa Indonesianya malah berantakan karena terbiasa bahasa Inggris di sekolah,” tutur Lukman ketika ditemui di Jakarta Selatan, Kamis (24/5/2018).

Baca Juga: Setya Novanto Kecelakaan, Lukman Sardi Ikut Buka Suara

Lukman Sardi

Fenomena tersebut juga ditemui langsung oleh Lukman pada keluarganya. Ia melihat anak-anaknya sangat mahir berbahasa asing karena sudah terbiasa di sekolah.

Oleh karena itu Lukman menerapkan cara tersendiri agar anak-anaknya bisa seimbang dalam menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

“Kalau gue sistemnya di sekolah dia bahasa Inggris tapi di rumah dia ngobrol sama gue harus bahasa Indonesia. Karena itu bahasa ibu, penting lo tahu bahasa asing tapi lebih penting lo harus pakai bahasa ibu lo karena itu identitas. Salah satu identitas bangsa ya bahasa,” tegasnya.

Baca Juga: Sering Gonta Ganti Penampilan, Istri Lukman Sardi Tak Pernah Protes

Lukman Sardi

Namun Lukman tak menerapkan hukuman jika anak-anaknya menggunakan bahasa asing secara tidak sengaja ketika sedang berada di rumah. Bagi pemain film Sang Pencerah ini hukuman justru akan membuat sistem pendidikan anaknya menjadi rusak.

“Gak ada. Gue gak nerapin kayak gitu. Anak tuh tahu kok kalau dikasih pengertian dia bakal ngerti dibanding lo kasih hukuman karena hukuman itu bakal jadi beban,” pungkasnya.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini