nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disambut Hangat Fans Rock Indonesia, Europe: Matur Suwun

Alan Pamungkas, Jurnalis · Selasa 15 Mei 2018 04:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 15 205 1898373 disambut-hangat-fans-rock-indonesia-europe-matur-suwun-uSfu4cAzZk.jpg Europe (Foto: Promotor)

JAKARTA - Band legendaris Europe tampil di Indonesia, tepatnya di Stadion Padanarang, Boyolali pada akhir pekan lalu, Sabtu 12 Mei 2018. Europe menjadi bintang utama dalam festival rock terbesar di Bayolali dalam Vulcano Rock 2018.

Meski tak lagi muda, Europe tetap tampil maksimal di depan 15 ribu pendengar setia musik rock. Mereka benar-benar menyajikan musik kelas dunia di depan warga Indonesia. Sebanyak 19 lagu mereka penuh dengan semangat tinggi.

Sejak awal lagu, Europe mulai menggeber semangat penonton. Walk The Earth dan The Siege menjadi dua lagu pembuka Europe malam itu. "Boyolali, apa kabare. Ayo nyanyi," ucap sang vokalis, Joey Tempest saat menyapa penonton.

 Europe, Foto: Promotor

Lagu-lagu seperti Scream of Anger, Rock The Night, Carrie, Danger On The Track, Heart Of Stone, Sign of the Times pun turut dibawakan Europe dengan tata panggung khas dunia. Set lampu hingga sound yang renyah dengan standar dunia bagian dari permintaan Europe saat sepakat datang ke Indonesia.

Penonton Europe pun ikut terbawa suasana era 1980 hingga 1990-an. Para penikmat rock yang hadir di Stadion Padanarang tak canggung bernyanyi bersama sambil mengabadikan sang idola dengan telefon genggamnya. Bahkan tak sedikit yang mengabadikan Europe dengan Instagram Story.

Dalam stadion yang bersejarah bagi masyarakat Boyolali tersebut, tersedia 3 layar utama bagi penonton yang tak bisa maju ke bibir panggung. Suasana makin meriah ketika sang vokalis menyapa penonton. Setidaknya, Joey Tempest menyapa dengan tiga bahasa, bahasa Inggris, bahasa Indonesia hingga bahasa Jawa.

 Europe, Foto: Promotor

"Matur suwun," ujar Joey di tengah konser.

Sontak ucapan ini disambut riuh penonton yang datang sejak sore hari. Penonton pun kembali membalas salam sang vokalis.

Tak hanya bernyanyi, personel lain pun turut unjuk gigi dalam penampilan Europe kali ini. John Norum misalnya. Ia membawakan gitar kesayangan dalam Vasastan. Kemudian sang drummber Ian Haugland menabuh drum dengan semangat meski keringat bercucuran.

 Europe, Foto: Promotor

Tak lengkap rasanya jika The Final Countdown tak dibawakan. Lagu yang menjadi megahits ini dibawakan Joey Cs di penghujung penampilan. Setelah sebelumnya lampu mati, teriakan penonton pun membuat Europe kembali hadir. Melodi The Final Countdown menggema memastikan jika penampilan akhir ini akan terasa spesial dengan lagu yang spesial pula.

Penonton lagi-lagi berteriak, bernyanyi bersama sambil mengangkat tangan. Lagu fenomenal ini menjadi tanda jika penampilan Europe di Boyolali berakhir dengan kesan positif di hati pecinta musik rock yang hadir.

God Bless Menjadi PembukaGod Bless, Foto: Promotor

Band Indonesia turut terlibat dalam Vulcano Rock 2018. Mereka adalah God Bless, band legendaris kepunyaan Indonesia. Sebelum Europer tampil, God Bless menyulut semangat penonton.

God Bless tak kalah dengan sang bintang utama. Ahmad Albar Cs itu menjadi pembuka yang nikmat dalam festival rock terbesar di Boyolali tersebut. Tak banyak omong, lagu-lagu legendaris dibawakan mereka dengan penuh ketulusan. Terbukti, usia yang menua tak membuat mereka melemah.

Lagu seperti Menjilat Matahari, Kehidupan, Cermin, Emosi, Musisi menjadi bahan bakar agar penonton bergoyang sambil bersenandung ria. Lagu Rumah Kita pun membuat penonton sing a long sambil menikmati suasana malam yang makin dingin. Di Syair Kehidupan, lagi God Bless bisa mengeluarkan magic-nya yang menghipnotis penonton.

 God Bless, Foto: Promotor

Panggung Sandiwara, Bis Kita, Trauma dibawakan God Bless. Semut Hitam pun menjadi penutup yang manis malam itu. Sebab, God Bless mendapatkan penghormatan dari penonton dengan tepuk tangan yang meriah kerena selalu tampil ciamik dan energik. (ALN)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini