Film Lord of the Rings Hampir Disutradarai Quentin Tarantino

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Kamis 03 Mei 2018 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 03 206 1894200 film-lord-of-the-rings-hampir-disutradarai-quentin-tarantino-uSRg9LLulT.jpg Lord of the Rings. (Foto: Ist)

LOS ANGELES The Lord of the Rings merupakan salah satu karya terbaik yang pernah ada di industri film Hollywood. Tapi, film tersebut menyimpan beberapa fakta menarik yang baru diketahui baru-baru ini.

Salah satunya adalah ketika nama Quentin Tarantino yang kabarnya sempat hampir mengambil alih kursi sutradara dari Peter Jackson. Bisa Anda bayangkan bagaimana jika trilogi The Lord of the Rings digarap oleh Tarantino.

Lord of the Rings. (Foto: Deadline)

Baca juga: Ian McKellan Ingin Kembali Perankan Gandalf di Serial Lord of the Rings

Otak di balik semua itu rupanya datang dari Harvey Weinstein. Produser kenamaan Hollywood yang kini terlilit kasus pelecehan seksual tersebut sebenarnya tidak suka dengan ide pembuatan trilogi Lord of the Rings. Ia bahkan sempat ingin menjadikannya menjadi satu film dengan durasi dua jam.

Usut punya usut, Weinstein sangat kesal karena Lord of the Rings menghabiskan banyak biaya hanya dalam pengembangan naskah skenarionya. Weinstein bahkan sempat mengancam akan memecat Jackson gara-gara sudah menghabiskan USD12 juta untuk pengembangan skenario.

Hal itu terungkap dari sebuah buku berjudul 'Anything You Can Imagine: Peter Jackson & The Making of Middle-Earth' karya Ian Nathan. Dalam bukunya, Nathan menuliskan bahwa Weinstein mengancam memecat Jackson dan sudah menyiapkan Tarantino sebagai penggantinya.

Jika saja waktu itu Weinstein memecat Jackson maka pertempuran epik di The Two Towers tidak akan pernah terjadi. Kemudian, adik dari karakter Boromir yakni Faramir tidak akan dimasukkan ke cerita dan bahkan Kerajaan Rohan tidak ada sama sekali.

Dari bagian dialog, Weinstein sempat ingin menghapus beberapa percakapan yang identik dengan LotR, seperti “You Shall Not Pass!” dan “Fly you fools!” dari Gandalf. Jackson menegaskan bahwa beberapa keputusan Weinstein akan mengecewakan para pembaca buku Lord of the Rings.

"Bisa digaransi bahwa semua orang yang membaca bukunya akan merasa kecewa ketika menonton film itu," ucap Jackson, sebagaimana dikutip dari Contactmusic, Kamis (3/5/2018).

Baca juga: Bayar Rp3,3 Triliun, Amazon Dapat Hak Tayang Serial TV Lord of the Rings

Untungnya pembicaraan bersama perusahaan Weinstein batal dan LotR mendapatkan kesepakatan baru bersama New Line. Bersama New Line, LotR dibuat menjadi tiga epik film dan memuaskan para penggemar karya Tolkien. Kesuksesan besar pun diraih dengan pendapatan kotor yang hampir mencapai USD3 miliar meski biaya produksinya sebesar USD281 juta.

Saat ini Amazon tengah mengembangkan serial Lord of the Rings ke serial televisinya. Proyek tersebut kemungkinan besar membahas beberapa elemen yang memang sengaja tidak ada di dalam filmnya.

Proyek serial TV Lord of the Rings juga menjadi salah satu proyek dengan mahar paling besar. Namun melihat kesuksesan Game of Thrones, para produser sudah tak ragu lagi untuk menggelontorkan dana besar untuk menggarap karya-karya seperti ini.

Lord of the Rings. (Foto: Filmpack)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini