nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bacakan Pleidoi, Gatot Brajamusti Mohon Ampun

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 21:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 17 33 1887957 bacakan-pleidoi-gatot-brajamusti-mohon-ampun-8R25CiQUWo.jpg Aa Gatot Brajamusti (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Gatot Brajamusti baru saja menjalani sidang pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dalam kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (17/4/2018). Di hadapan Majelis Hakim, Gatot menyampaikan keberatan atas tuntutan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada 3 April.

Sebelumnya diberitakan, Gatot Brajamusti dituntut Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem karena memiliki satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Gatot juga dinilai melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki senjata api. Dari kedua pasal, Gatot terancam pidana penjara 3 tahun dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Saya berani sumpah. Demi Allah satwa liar dan senjata api itu bukan milik saya," ujar Gatot dalam sidang.

 Sidang Lanjutan Gatot Brajamusti, Eksepsi Gatot Ditolak Majelis Hakim

(Baca Juga: Aldi Bragi Ceritakan Proses Ririn Dwi Ariyanti Lahirkan Anak Ketiga)

(Baca Juga: Penjelasan Elly Sugigi dan Pacar soal Video Satu Kamar di Hotel)

Setelahnya, Gatot Brajamusti mencurahkan isi hatinya usai terseret perkara hukum. Dia mengaku selalu teringat akan kondisi keluarganya selama berada di sel tahanan. Terlebih, keberadaan anak-anaknya yang masih membutuhkan sosok ayah.

"Saya selalu dalam ingatan saya, bagaimana nasib istri dan anak-anak saya yang masih kecil. Untuk istri saya, terkadang saya berpikir begitu besar dosa saya, begitu besar rasa kasih sayang mereka melihat apa yang saya lakukan sehingga membuat anak-anak saya dan istri saya harus ikut menderita dan malu terhadap dunia, dengan apa yang saya jalani, dengan perkara yang membuat saya berada di balik jeruji besi," tutur Gatot seraya mulai terisak.

"Setiap malam saya memikirkan bagaimana nasib anak saya dan istri saya apabila saya menerima hukuman yang sangat lama, sedangkan mereka hidup dan besar semua dari nafkah saya karena saya adalah tulang punggung," lanjut dia.

Sidang Lanjutan Gatot Brajamusti, Eksepsi Gatot Ditolak Majelis Hakim

Lebih lanjut, Gatot Brajamusti juga mengutarakan keinginan untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Oleh karenanya, Gatot memohon ampun pada Tuhan sambil berharap keluh kesahnya dikabulkan lewat putusan Majelis Hakim.

"Saat ini saya sudah memasuki usia 58. Saya berharap, dalam usia saya yang saya jalani, saya masih bisa berharap untuk memperbaiki hidup saya dan bisa membentuk saya. Semoga di sisa usia tersebut, saya masih bisa berkumpul dengan anak dan istri saya seperti keluarga lainnya," katanya lagi.

"Andaikan waktu bisa kembali mundur ke masa silam, memperbaiki kesalahan-kesalahan yang saya lakukan, kesalahan yang saya rasa dan tidak terasa saat itu, yang pasti akan saya perbaiki dengan sungguh-sungguh. Kaarena kesalahan itu membawa bencana dan kesengsaraan. Dimana saya harus menghadapi perkara hukum dan tidak terpikirkan pada saat itu. Ketika pada saat itu, namanya waktu itu, tidak bisa diulang seperti apa yang saya andai-andaikan. Waktu terus berjalan. Saya hanya bisa memohon ampunan kepada Tuhan agar lewat permohonan ini, saya diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri dari segala kesalahan yang pernah saya lakukan. Terutama khususnya kesalahan yang sedang saya hadapi. Saya akan berhati-hati dan berhadapan dengan hukum semua," tutup Gatot Brajamusti.

Usai pleidoi dibacakan, JPU langsung mengutarakan keinginan untuk memberikan tanggapan tertulis atas pembelaan Gatot Brajamusti. Mendengar pernyataan JPU, Hakim Ketua Majelis Achmad Guntur langsung mengagendakan jadwal sidang sepekan dari sekarang. Tepatnya, sidang tanggapan JPU atas pleidoi Gatot digelar pada 24 April 2018.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini