Image

Antrean Sidang Lama, Gatot Brajamusti Minta Ditemani Keluarga

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 18:07 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 04 17 33 1887836 antrian-sidang-lama-gatot-brajamusti-minta-ditemani-keluarga-RxgwkR15fF.jpg Gatot Brajamusti (Foto: Yoga/Okezone)

JAKARTA - Sidang lanjutan kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar yang melibatkan Gatot Brajamusti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018) masih belum dimulai. Sempat tertunda lama karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus Gatot belum hadir, kini mantan Ketua Umum PARFI itu harus menunggu antrian sidang.

Baca Juga: Empat Kali Tertunda, Sidang Tuntutan Gatot Brajamusti Kembali Digelar

Hari ini, jumlah terdakwa yang memenuhi panggilan sidang memang terhitung cukup banyak. Lamanya antrean sidang membuat Gatot gerah.

Gatot yang semula memilih mempelajari berkas pledoi sambil menunggu antrian, langsung keluar dari ruang sidang karena tidak tahan dengan hawa panas. Pantauan Okezone, Gatot meminta minum karena hawa panas di ruang sidang membuat dirinya haus.

"Minum, minta minum," kata Gatot pada salah satu petugas Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Tak hanya sekali, Gatot terhitung dua kali meninggalkan ruangan. Memanfaatkan berkas pledoinya sebagai kipas, Gatot coba menghilangkan gerah yang dia rasakan sebelum diminta kembali ke ruang sidang.

Tak lama, istri dan anak Gatot datang membawakan air. Seraya menerima minuman dari keluarganya, Gatot meminta mereka untuk ikut masuk ke ruang sidang. Dia juga meminta sang anak agar duduk tepat di sebelahnya.

Dari luar ruang sidang, terlihat Gatot berbincang akrab dengan sang anak. Dia juga beberapa kali mengelus kepala sang anak. Sementara istri Gatot, yang duduk di belakang suaminya, tampak memijat punggung sang suami.

Sebelumnya diberitakan, Gatot dijadwalkan mengikuti sidang dengan agenda pledoi. Oleh Majelis Hakim, Gatot diberi kesempatan membacakan nota keberatan terhadap tuntutan JPU atas kepemilikan senjata api dan satwa liar.

Baca Juga: JPU Tak Hadirkan Gatot Brajamusti, Hakim: Kok Enggak Profesional?

Gatot Brajamusti dituntut Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem karena memiliki satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Gatot juga dinilai melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki senjata api. Dari kedua pasal, Gatot terancam pidana penjara 3 tahun dan denda Rp10 juta subsider 3 bulan kurungan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini