nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gatot Brajamusti Bacakan Pledoi di Sidang Lanjutan Kasus Senjata Api dan Satwa Liar

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 17 April 2018 16:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 17 33 1887802 gatot-brajamusti-bacakan-pledoi-di-sidang-lanjutan-kasus-senjata-api-dan-satwa-liar-lovlfh4UIY.jpg

JAKARTA - Sidang lanjutan perkara kepemilikan senjata api dan satwa liar yang menyeret nama Gatot Brajamusti kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (17/4/2018). Kali ini, Gatot diberikan kesempatan untuk mengajukan nota keberatan atau pledoi atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diberitakan sebelumnya, JPU Sarwoto telah membacakan tuntutan untuk Gatot Brajamusti dalam kasus kepemilikan senjata api dan satwa liar. Sempat enam kali tertunda, Gatot akhirnya dituntut Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem karena memiliki satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Gatot juga dinilai melanggar Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena memiliki senjata api.

Baca Juga: Empat Kali Tertunda, Sidang Tuntutan Gatot Brajamusti Kembali Digelar



Dari kedua pasal yang dikenakan, JPU Sarwoto menuntut Gatot Brajamusti dipidana penjara selama tiga tahun. Mantan Ketua Umum PARFI juga dikenakan denda Rp 10 juta dalam berkas tuntutan. Apabila tidak dibayarkan, hukuman tersebut diganti dengan tiga bulan kurungan.

"Menyatakan terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot Brajamusti telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan menurut hukum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Gatot Brajamusti alias Aa Gatot dengan pidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 10 juta subsider tiga bulan kurungan," kata JPU Sarwoto dalam tuntutannya.

Gatot Brajamusti sendiri sebelumnya sudah menghadapi tuntutan yang lebih berat dalam kasus asusila. Oleh JPU, Gatot dikenakan ancaman pidana 15 tahun atas aksi pencabulan yang dilakukan terhadap salah satu mantan murid spiritualnya, CT.

Gatot juga sudah lebih dulu dikenakan pidana penjara 10 tahun atas kepemilikan narkoba usai tertangkap di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat mengabulkan banding JPU atas putusan hakim yang memberikan hukuman pidana 8 tahun penjara pada Gatot.

Baca Juga: JPU Tak Hadirkan Gatot Brajamusti, Hakim: Kok Enggak Profesional?



Saat ini, Gatot Brajamusti sudah hadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun sidang belum digelar karena JPU Sarwoto belum hadir saat Majelis Hakim sudah siap menyidangkan. Majelis Hakim yang dipimpin Achmad Guntur pun memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil menunggu kedatangan JPU Sarwoto.

Sementara tim kuasa hukum Gatot yang diketuai Achmad Rifai juga sudah tiba di lokasi. Pantauan Okezone, mereka sudah menyiapkan berkas pledoi yang akan dibacakan saat sidang.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini