Terbang Menembus Langit, Ceritakan Perjuangan Pemuda Tarakan Melawan Kemiskinan

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 16 April 2018 21:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 16 206 1887467 terbang-menembus-langit-ceritakan-perjuangan-pemuda-tarakan-melawan-kemiskinan-tH9JsZUCi3.jpg Pemain dan kru Terbang: Menembus Langit (Foto: Vania/Okezone)

JAKARTA - Film biopik karya sutradara kenamaan Indonesia, Fajar Nugros, akan segera tayang di bioskop mulai 19 April 2018 mendatang. Berjudul Terbang Menembus Langit, rumah produksi Demi Istri Production pun menggaet beberapa artis kenamaan Indonesia seperti Dion Wiyoko, Laura Basuki, Baim Wong, Delon Thamrin, Chew Kin Wah, Aline Adita, Melisa Karim, Marcel Darwin, hingga Dinda Hauw.

Baca Juga: Cara Unik Laura Basuki Berperan di Film Terbang: Menembus Langit

Menurut Fajar Nugros, dirinya sengaja mengangkat kisah hidup seorang pria keturunan China bernama Onggy Hianata lantaran kekagumannya akan kerja keras pemuda asal Kalimantan tersebut. Ia menuturkan bahwa kisah mengenai perjuangan meraih mimpi sangatlah bagus untuk dijadikan motivasi para penonton agar bekerja keras demi meraih cita-cita.

"Kisah ini kita pilih untuk dibikinkan film karena saya pikir Indonesia memerlukan contoh kisah kerja keras dari banyaknya suku dan agama. Bila bekerja keras, kita bisa meraih mimpi bagi siapapun juga," ungkap Fajar Nugros saat sesi pers conference di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Senin (16/4/2018).

Mengambil latar belakang di era 70an hingga 90an, film berdurasi kurang lebih 90 menit ini diakui memiliki tantangan tersendiri saat melakukan syuting. Kendala utama bahkan mereka dapatkan di awal syuting saat tim produksi harus membawa alat-alat ke lokasi syuting di Tarakan dengan menggunakan jalur laut.

"Pembuatan film Terbang ini jadi pengalaman yang menarik, karena film ini merupakan periode pertama yang pernah kita buat. Kita juga belum pernah ke Tarakan," tutur Susanti Dewi, selaku produser Terbang Menembus Langit.

"Aku sadar di film ini kalau Indonesia sangat luas banget, yang tadinya tim produksi bawa alat ke Tarakan 7 hari kita prediksi, ternyata masih kurang. Delay 4 hari karena ada faktor pasang surut air," sambungnya.

Sebagai pemeran utama, Dion Wiyoko juga mengaku memiliki kesulitan saat memerankan tokoh Onggy Hianata. Pasalnya ia memiliki beban untuk menaikkan emosi para penonton dalam berbagai adegan yang sempat dialami oleh Onggy. Bahkan ia juga dituntut agar bisa membuat penonton percaya dengan kemampuannya memerankan sosok motivator sukses tersebut.

"Mungkin gue punya pengalaman pribadi yang kurang mengenakkan pada saat dulu gue lagi berjuang, tapi gue memperkaya (karakter) dengan bagaimana gue memposisikan diri gue," paparnya.

"Misalnya gue ditipu dengan kondisi gue lagi susah. Terus istri mau melahirkan tapi enggak ada duit. Dan lain lain. Ya imajinasi-imajinasi itu sih yang gue tabung untuk memerankan sebagai Onggy," tambahnya.

Film Terbang Menembus Langit merupakan sebuah film biopik yang diangkat dari kisah seorang keturunan Cina bernama Onggy Hianata atau yang akrab disapa A Chun (Dion Wiyoko) yang hidup sederhana. Meski hidup berkecukupan, A Chun tetap memiliki impian untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke Surabaya usai lulus SMA di Tarakan, Kalimantan Utara.

Usai menyelesaikan pendidikannya, A Chun diketahui tetap berusaha mengubah kehidupannya kearah yang lebih baik. Hal tersebut digambarkan secara jelas dalam adegan bagaimana ia berusaha keras melawan kemiskinan, membangun perlahan bisnisnya dalam kondisi jatuh bangun, bersama dengan sang istri, Candra (Laura Basuki).

Tidak hanya didukung oleh pemain kenamaan Indonesia, yang sudah tak perlu diragukan lagi bakat beraktingnya. Film ini juga dikabarkan menggaet beberapa nama pemain lokal asal Tarakan, sekaligus menjadi film pertama yang melakukan syuting di kawasan tersebut.

Baca Juga: Komedi hingga Konflik Percintaan Hadir di Film Terbang: Menembus Langit

"Kita menemukan talent-talent lokal juga. Yang menarik juga arakan belum penah ada film syuting. Tahun lalu tim casting ke sana cari talent lokal, mereka di cuekin seminggu karena tarakan enggak pernah tahu istilah casting, tidak familiar mereka," tutup Santi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini