nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mariah Carey Ungkap Perjuangan Melawan Bipolar

Ady Prawira Riandi, Jurnalis · Rabu 11 April 2018 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 04 11 33 1885408 mariah-carey-ungkap-perjuangan-melawan-bipolar-ehm0JIsti7.jpg Mariah Carey (Foto: Yahoo)

LOS ANGELESMariah Carey untuk pertama kalinya mengungkapkan cerita perjuangannya melawan bipolar. Ia didiagnosa mengidap penyakit tersebut pada tahun 2001.

Meski awalnya tidak ingin mempercayai diagnosa dokter, pada akhirnya Mariah harus berjuang melawan penyakit tersebut. Ia pun harus melewati beberapa tahun terberat dalam hidupnya untuk menjalani pengobatan bipolar.

Baca juga: Kelangkaan Film Anak di Mata Ayushita dan Soleh Solihun

“Sampai saat ini aku hidup dalam penyangkalan dan dalam keatkutan konstan bahwa seseorang akan mengeksposku. Itu adalah beban terberat yang harus dipikul dan aku tidak bisa melakukannya lagi. Aku mencari dan menerima perawatan, aku menempatkan orang-orang positif di sekitarku dan aku kembali melakukan apa yang aku suka – menulis lagu dan membuat musik,” paparnya dalam wawancara untuk majalah PEOPLE.

Mariah Carey sekarang masih dalam terapi dan pengobatan untuk gangguan bipolar II, yang melibatkan periode depresi serta hypomania (tidak separah gangguan bipolar I namun tetap menyebabkan iritabilitas, sulit tidur, dan hiperaktif).

“Aku benar-benar meminum obatnya dan itu terlihat membuat semakin baik. Pengobatan nyatanya tak membuat diriku menjadi terlalu capke atau lamban atau hal lain seperti itu. Menemukan keseimbangan yang tepat adalah hal yang paling penting,” ujar penyanyi All I Want for Christmas Is You ini.

Awalnya penyanyi yang akan tampil di Indonesia pada 6 November 2018 ini merasakan gangguan tidur yang cukup parah. Meski mengaku kesulitan untuk tidur, Mariah merasa bahwa apa yang dirasakan olehnya itu bukan sebuah insomnia melainkan gejala-gejala dari bipolar.

Baca juga: Ingin Dikenal Taylor Swift, Seorang Pria Nekat Merampok Bank

“Untuk waktu yang lama aku berpikir bahwa aku mengalami gangguan tidur yang parah. Tapi itu bukan insomnia biasa dan aku tidak berbaring sambil menghitung kambing. Aku terus bekerja, bekerja, dan bekerja. Aku menjadi mudah marah dan takut mengecewakan orang lain. Ternyata itu memang gejala awal dari mania,” ungkapnya.

Sekarang Mariah selalu ingin berbagi cerita tentang bipolar yang dialaminya. Ia merasa bahwa pengidap bipolar seperti dirinya tidak ingin melewati semuanya sendirian.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini