Konflik dengan Biro Umrah, Ini Pesan Lyra Virna Untuk Calon Jamaah

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Senin 09 April 2018 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 09 33 1884117 konflik-dengan-biro-umrah-ini-pesan-lyra-virna-untuk-calon-jamaah-hTN6P7AF2f.jpg Lyra Virna (Foto: Yoga/Okezone)

JAKARTA - Lyra Virna tak henti-hentinya memberikan peringatan pada para calon jamaah haji dan umrah di Tanah Air. Ia berharap agar konfliknya dengan biro haji dan umrah ADA Tour tidak menimpa calon jamaah lain.

Baca Juga: Terkait Laporan Lyra Virna, Lasty Annisa Dijemput Paksa untuk Jalani Pemeriksaan sebagai Tersangka

"Himbauan juga buat calon-calon jamaah, kalau pilih-pilih travel harus dilihat lagi supaya menghindari masalah," ujar Lyra di kawasan Mampang, Jakarta Selatan (9/4/2018).

Sebagai informasi, konflik Lyra dengan pemilik biro haji dan umrah ADA Tour sendiri bermula pada Mei 2017. Lyra kala itu menuding Lasty Annisa dari ADA Tour, telah melakukan penipuan karena tak kunjung mengembalikan biaya keberangkatan ke Tanah Suci.

Semula, Lyra memang berencana memakai jasa biro haji dan umrah milik Lasty untuk beribadah ke Tanah Suci pada 2016. Namun setelah mendapati keluhan dari beberapa calon jamaah, Lyra langsung membatalkan rencana keberangkatan.

Berbanding terbalik dengan pernyataan Lyra, Lasty merasa sudah mengembalikan biaya keberangkatan haji secara bertahap. Setelahnya, aksi saling lapor antara kedua pihak pun terjadi. Lyra melaporkan Lasty atas dugaan penipuan. Sementara Lasty mempolisikan Lyra dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Alih-alih menemukan titik damai, konflik kedua pihak justru kian memanas. Terbaru, pihak Lyra mengklaim telah menemukan bukti terkait tidak adanya izin operasi resmi untuk ADA Tour dari Kementerian Agama. Selaku pihak yang merasa dirugikan, Fadlan yang mewakili istrinya berharap agar kepolisian segera mengusut tuntas dugaan penipuan ADA Tour.

Baca Juga: Lyra Virna Sebut Penyidik Polda Tak Adil, Kabid Humas: Kita Sudah Sesuai SOP

"Jumlah korban yang ada sih cukup fantastis. Intinya sih mereka bukan cuma dari setoran jamaah, tapi juga dari travel yang diajak bekerjasama. Ada juga mahasiswa, model, supir bus, dan lain-lain. Jadi ini sudah meruntut. Ini patut diduga sudah dijadikan mata pencaharian," tandas Fadlan.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini