Presiden Jokowi Ungkap Strategi Pemerintah Majukan Industri Musik Nasional

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 21:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 22 33 1876675 presiden-jokowi-ungkap-strategi-pemerintah-majukan-industri-musik-nasional-Oa22TMkoAd.jpg Presiden Jokowi terima panitia Konferensi Musik Nasional di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018). (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Panitia Konferensi Musik Nasional beserta sejumlah perwakilan industri musik nasional di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (22/3/2018).

Dalam pertemuan itu, Presiden menyampaikan, pemerintah memiliki strategi besar pada 2050-2060 untuk membawa kebudayaan dan musik Indonesia ke tingkat dunia.

"Jadi dari sekarang sudah dirancang akan seperti apa pengembangannya dalam 5 tahun pertama. Jadi nanti, strategi itulah yang akan kami kerjakan,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga: Presiden Jokowi Mengaku Dua Kali Nonton Konser Suju

Sementara untuk 5 tahun berikutnya, pemerintah akan lebih fokus pada target-target realistis. Selanjutnya, pada 10 tahun berikutnya, pemerintah akan kembali menyiapkan strategi di bidang ekonomi kreatif untuk mendukung industri musik nasional.

"Selanjutnya, baru bergerak mengembangkan aspek kebudayaan. Karena 10 tahun pertama sudah memiliki  pondasi yang kuat, maka untuk satu dekade selanjutnya akan lebih mudah dilakukan. Sehingga tak semua hal kita kerjakan, ada tahapan yang jelas," paparnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menjelaskan, untuk bisa mengembangkan industri musik harus fokus pada program kerja dengan hasil lebih konkret. Tata kelola musik hingga perlindungan hak cipta adalah beberapa di antaranya.  

Dengan begitu, sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah diharapkan bisa berjalan dengan baik. Akan tetapi, Presiden juga mengharapkan seluruh stake holder di bidang musik juga mau memberikan masukan lebih baik kepada pemerintah.

"Mulai sekarang, jangan sampai permasalahannya itu-itu saja. Setiap ganti presiden, urusannya masih dengan copyright. Harus ada tata kelola yang jelas untuk itu. Pemerintah pun harus bisa memberikan perlindungan kepada pelaku industri musik," tuturnya.

Baca juga: Spesial! Synchronize Fest Dihadiri Presiden Joko Widodo

Saat pertemuan berlangsung, Presiden Jokowi didampingi oleh Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Sementara tamu yang hadir di antaranya penyanyi Glenn Fredly, Bunga Citra Lestari, Barry Likumahua, Endah and Resa, penabuh drum Slank Bimbim, komposer Yovie Widianto, dan personel Hivi Ilham dan Ezra Mandira.

Tak hanya musisi, sejumlah promotor musik juga turut hadir. Erry Dyandra, pendiri platform musik Swara Gembira Vanessa Surya, Ketua Pengurus Koalisi Seni Indonesia Abduh Aziz, dan Pati Perkasa dari Radio Prambors adalah beberapa di antaranya.

(SIS)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini