nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dee Lestari Cetak Rekor di Novel Baru

Revi C. Rantung, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 20:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 14 33 1872863 dee-lestari-cetak-rekor-di-novel-baru-yGvakyPxZn.jpg Dee Lestari (Foto: Revi/Okezone)

JAKARTA - Penulis sekaligus penyanyi Dee Lestari rupanya baru saja mengeluarkan hasil karya terbaru novel yang bertajuk Aroma Karsa. Menariknya hasil karyanya itu telah terjual sebanyak 10 ribu eksemplar sebelum masuk ke dalam toko buku.

Dan dalam novel-novel tersebut, Dee Lestari juga menyematkan tanda tangannya. Sontak hal tersebut menjadi sebuah hal yang tak biasa baginya, mengingat dirinya harus berhasil menandatangani 10 ribu buku.

Bisa dipastikan dalam buku tersebut tidak ada tanda tangan palsu ataupun cap.

“Sejauh ini bukunya sudah terjual 10.000 eksemplar dan ini rekor tanda tangan saya terbanyak dalam menandatangani 10.000 buku. Karena saya tidak mau ada tanda tangan palsu atau dicap. Saya maunya harus asli tanda tangan saya,” ujar Dee Lestari di kawasan Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu (13/3/2018).

(Baca Juga: Bahasa Hingga Cuaca Jadi Kendala Pemain saat Syuting HongKong Kasarung)

(Baca Juga: Ekspresi Dingin IU dalam Teaser Terbaru My Ahjussi)

Tak hanya itu, dalam versi digital Dee Lestari juga telah menarik dua ribu pembaca. Hal ini pun mengindikasikan bahwa karya terbarunya mendapat respon positif dari publik.

“Kalau versi digital sudah terjaring 2.000 pembaca. Sebelum sampai ke toko buku Aroma Karsa sudah diterima dengan sangat baik,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Aroma Karsa menjadi obat rindu para penggemarnya, setelah novel terdahulu yaitu Supernova: Intelegensi Embun Pagi. Aroma Karsa merupakan buku ke-12 Dee Lestari yang terbit dalam dua versi yakni cetak dan digital.

Lebih lanjut, Aroma Karsa mengangkat aroma dan penciuman sebagai tema utama. Beberapa unsurnya terdapat cerita petualang, misteri, percintaan hingga legenda kuno.

Lantas mempunyai tema yang terbilang unik, apa tanggapan dari Dee Lestari?

“Ketika berkarya saya selalu memikirkan apa tantangan baru yang membuat saya semangat mengerjakan proyek ini. Kalau sifatnya pengulangan dari apa yang sudah ada kemudian saya tidak merasa ada faktor kesulitan yang berarti saya tidak bersemangat,” imbuhnya.

“Kalau tidak dari tingkat kesulitan minimal dari tingkat inovasi. Jadi harus ada sesuatu baru yang ditawarkan,” tutupnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini