Asyik Ngopi, Karyawan Shireen Sungkar Diserang OTK di Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Minggu 11 Maret 2018 22:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 11 33 1871148 asyik-ngopi-karyawan-shireen-sungkar-diserang-otk-di-bogor-7DLQlei2xi.jpg Pembacokan (Foto: Ilustrasi)

BOGOR - Seorang pemuda, Andri Febriansyah (21) mengalami luka bacok setelah diserang sekelompok orang yang tidak dikenal saat nongkrong di Jalan Alternatif Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kakak korban, Meilinda mengatakan peristiwa tersebut terjadi saat adiknya sedang nongkrong bersama teman-temannya di pinggir Jalan Alternatif Sentul sekira pukul 02:00 WIB dini hari tadi.

"Jadi adik saya itu habis pulang kerja nongkrong dulu, ngopi bareng sama teman-temannya di pinggir jalan dekat pom bensin," katanya, Minggu (11/3/2018).

(Baca Juga: Belum Ingin Pacaran Lagi, Vebby Palwinta Fokus Selesaikan Kuliah)

(Baca Juga: Buka Restoran, Bams 'Samson' dan DJ Dipha Barus Bantah Ikuti Trend)

Saat asik nongkrong, datang lima orang tidak dikenal menggunakan dua sepeda motor mengahampiri mereka. Tanpa basa-basi, kelima orang itu langsung menyerang Andri dan temannya menggunakan cerulit.

"Mereka langsung nyerang adik saya sama teman-temannya. Terus pada kabur takut dibacok," jelasnya.

(Baca Juga: Zaskia Gotik Jegal Langkah Nella Kharisma Pimpin Puncak Tangga Lagu Dangdut)

(Baca Juga: Brandon Salim Berharap Masyarakat Lebih Kenal Ferry Salim sebagai Ayahnya)

Nahas, Andri yang bekerja di Bogor Raincake milik artis Shireen Sungkar itu terjatuh sehingga menjadi bulan-bulanan kelompok tersebut. Akibatnya, Andri mengalami 6 luka bacokan di beberapa tubuhnya.

"Adik saya dikejar-kejar mereka, terus jatuh. Langsung dibacokin sama mereka pakai cerulit. Untung enggak kena leher soalnya ditahan pakai tangan," ungkapnya.

Saat ini, Andri masih menjalani perawatan medis di RS Yonkes Pomad, Bogor karena mengalami luka parah di tangannya akibat sabetan cerulit.

"Luka paling parah di tangan karena nahan cerulit itu. Sekarang masih dirawat di rumah sakit. Saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini," tutup Meilinda.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini