Share

Mental Gratisan, Musuh Utama Industri Musik Indonesia

Hana Futari, Okezone · Jum'at 09 Maret 2018 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 09 33 1870286 mental-gratisan-musuh-utama-industri-musik-indonesia-msuPBCdKCm.jpg ILustrasi CD Musik Original (Foto: Okezone)

JAKARTA - Fenomena pembajakan di Indonesia kerap kali menjadi problem klasik yang tak ada solusi di industri musik Indonesia. Maraknya kasus ini mengakibatkan kerugian bagi para pencipta lagu dan penggiat musik lainnya. Aldo Sianturi sebagai pengamat musik Indonesia ikut mengemukakan pendapatnya mengenai hal ini.

Aldo Sianturi menjelaskan pembajakan merupakan suatu pengkondisian yang dibuat oleh beberapa pihak. Terdapat pihak-pihak yang mengkoordinir aksi pembajakan. Dalam prakteknya, terdapat beberapa pihak yang memiliki tugas-tugas tersendiri. Akan tetapi akhirnya terjadi aksi tuduh menuduh antar pihak yang bersangkutan.

(Baca Juga: Pengamat Sebut Musik Adalah Kekuatan Bangsa Indonesia, Tapi...)

(Baca Juga: Gugat Cerai Opick, Dian Rositaningrum: Saya Ingin Melanjutkan Hidup)

“Pembajakan merupakan suatu pengkondisian. Dalam hal tersebut ada pihak yang bekerja dibaliknya, lalu ada pihak yang membagi-bagi hasil dari bajakannya tersebut. kemudian akhirnya saling tuduh. Perlu diingat bahwa musuh utama industri rekaman di Indonesia yaitu mental gratisan. Tak jarang ada suatu pihak yang berkoar-koar kalau terjadi kasus pembajakan, tapi ternyata mereka sendiri mendengarkan lagu secara digital,” ujar Aldo saat berbincang dengan Okezone.

Masih menanggapi perihal pembajakan di Indonesia, Aldo menambahkan jika “mental gratisan” tersebut terbentuk karena selama hampir 30 tahun pembajakan di Indonesia menjadi sesuatu yang bersifat setengah legal. Ini karena jarang sekali kasus pembajakan yang berkhir dengan hukuman pidana.

Kedepannya, Aldo berharap adanya pihak yang dapat mewujudkan hal-hal yang belum terealisasi. Pihak tersebut dapat mengadvokasi ranah hukum dari Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) di Indonesia. Menurutnya, pemberlakuan hukum terkait pembajakan di Indonesia harus ditindak tegas, begitupun di bidang musik.

Terakhir Aldo menerangkan bahwa menjadi seorang musisi musisi terdapat dua proses yaitu dikenali dan diapresiasi. Diapresiasi merupakan hal yang selalu diinginkan dari seorang musisi, namun terkenal merupakan anugerah dari Tuhan.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini