nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Project Pop Berharap Hari Musik Nasional Jadi Momentum Perbaikan Royalti dan Perlindungan Hak Cipta

Miftahul Khoiriyah, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 09:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 09 205 1870088 project-pop-berharap-hari-musik-nasional-jadi-momentum-perbaikan-royalti-dan-perlindungan-hak-cipta-Csv6R64jKk.jpg

JAKARTA - Hari Musik Nasional yang jatuh pada Jumat (9/3/2018) menjadi salah satu momen istimewa para pecinta musik Tanah Air. Sederet musisi pun mengungkapkan kekurangan dan kelebihan yang ada di industri musik Indonesia, salah satunya terkait royalti.

Personel Project Pop, Tika dan Udjo mengungkapkan hal tersebut saat dijumpai di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Udjo menyebutkan bahwa banyaknya cover lagu sering membuat pencipta atau penyanyi aslinya tak mendapatkan royalti yang semestinya.

Udjo berharap hal tersebut bisa semakin diperbaiki dengan penguatan aturan secara tertulis.

"Ini (cover lagu) PR dari dulu sebenernya, kan ada konferensi musik nasional. Salah satu penggagasnya musisi muda yang juga melihat akan hal itu. Saya sih berharap para musisi muda ini bisa mendorong pemerintah yang membentuk undang undang ya," kata Udjo pada Kamis 8 Maret 2018.

"Sedikit banyak bagaimana royalti itu bisa berjalan. Bagaimana sistematikanya yang efektif sehingga bagian royalti itu bisa cukup sampai dan cukup untuk para pembuat lagu itu," tambahnya.

(Baca Juga: Sempat Tertunda, Paramore Jadwal Ulang Konser di Indonesia)

(Baca Juga: Pose "Mesra", Inikah Foto Prawedding Nikita Willy?)

Belakangan ini pihak-pihak yang melakukan cover lagu memang semakin menjamur. Kecanggihan teknologi menjadi salah satu faktor banyaknya keuntungan yang diperoleh orang-orang kreatif dari cover berupa video maupun suara yang diunggah di sosial media.

Lebih lanjut Tika Project Pop berharap agar pihak-pihak tersebut mendapatkan efek jera. Tak hanya faktor royalti, hak cipta dari masing-masing musisi dan penyanyi juga dianggap menjadi bagian penting yang dipikirkan olehnya.

"Tapi yang saya pikir yang perlu diperhatikan ya tidak hanya acara rewarding tapi juga efek jera dan punishmen ke orang-orang yang justru melanggar hal ini. Hukum juga harus bertindak tegas akan hal ini," papar Tika Panggabean ini.

"Kadang-kadang kan gini, ada orang-orang yang aware kita pakai lagu si A ini kadang kita suka reflek nanya Lo ijin enggak sama orangnya. Terus lo perkuat belikan terus kita tanya lo kasih royalti enggak gitu. Nah kalau kita tau dia enggak terus ada lembaga yang bisa menuntut dia untuk mempertanggung jawabkan supaya gini lho. Orang yang berhak mendapat reward yang kemudian dia melanggar dia harus ada efek jera bahwa itu enggak boleh gitu. Itu yang membuat kita harus berfikir berkali-kali untuk membajak karya orang lain tanpa memberikan haknya kepada dia," tutupnya.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini