nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Ujaran Kebencian Dinyatakan P21, Ini Alasan Polisi Tidak Tahan Ahmad Dhani

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 17:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 15 33 1860201 kasus-ujaran-kebencian-dinyatakan-p21-ini-alasan-polisi-tidak-tahan-ahmad-dhani-6JpWdWzLC5.JPG

JAKARTA - Kasus ujaran kebencian dengan tersangka Ahmad Dhani sudah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan pada 12 Februari 2018. Seiring dengan penetapan tersebut, pihak Kejaksaan langsung mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Metro Jakarta Selatan selaku pihak yang menangani perkara Ahmad Dhani.

"Jadi untuk kasus ADP, hari ini kita menerima tembusan P21 dari Kejari Jaksel," ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto di kantornya, Kamis (15/2/2018).

Seperti diketahui, Polres Jakarta Selatan sebelumnya telah menetapkan Ahmad Dhani sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian lewat cuitan sarkastis. Penetapan penyidik disampaikan saat melakukan gelar perkara pada 23 November 2017.

(Baca Juga: Suami Digoda Pelakor, Okie Agustina Berikan Peringatan)

(Baca Juga: Sepak Terjang Roro Fitria, Sang Kanjeng Raden Ayu yang Terjerat Narkoba)

Ahmad Dhani sendiri terseret kasus ujaran kebencian usai dilaporkan oleh relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat (BTP Network) akibat cuitan sarkastis di akun Twitter-nya. Dalam tulisannya, Ahmad dhani menyinggung pendukung penista agama dengan kalimat yang tidak pantas.

"Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu di ludahi muka-nya," demikian tulisan Ahmad Dhani di Twitter.

Atas perbuatan tersebut, Ahmad Dhani dikenakan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 Tentang Informasi Elektronik (UU ITE) dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 1 miliar.

Kendati demikian, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto untuk sementara masih menutup kemungkinan terkait rencana penahanan terhadap Ahmad Dhani. Apa alasannya?

"Proses penahanan kan ada batas waktu. Proses pembuktian kan cukup lama. Kita juga memerlukan keterangan ahli, keterangan forensik, sehingga daripada penahanan habis waktu, kita ambil kesimpulan tidak usah ditahan," ucap Mardiaz.

"Kecuali kalau dipanggil tidak datang, ya kita lakukan penangkapan," lanjutnya.

Sementara untuk langkah lanjutan, polisi masih akan berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk proses pelimpahan tersangka dan barang bukti. "Nanti ada pemberitahuan lebih lanjut," pungkas Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini