nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hengky Kurniawan Bongkar Pengalaman saat Jadi Pemulung

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 02:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 33 1856925 hengky-kurniawan-bongkar-pengalaman-saat-jadi-pemulung-Wti6nkvTjQ.jpg Hengky KUrniawan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Di balik kisah suksesnya menjadi seorang selebriti hingga mencalonkan diri sebagai wakil bupati Bandung Barat pada Pilkada 2018, ternyata Hengky Kurniawan memiliki latarbelakang perjuangan hidup yang cukup berat.

Dalam talkshow Hotman Paris Show yang disiarkan di iNewsTV, suami Sonya Fatmala ini sempat menjadi pemulung saat duduk di bangku SMA. Hal itu terpaksa dilakukannya lantaran mengingat kondisi ekonomi keluarga yang tak sebagus temannya yang lain.

"SMA saya pernah jadi pemulung di kota Blitar, karena memang kondisi ekonomi keluarga saya tidak seperti kebanyakan orang," ujar Hengky Kurniawan.

Baca Juga: Pasca-Melahirkan, Hengky Kurniawan Belum Izinkan Sonya Fatmala Kembali ke Dunia Hiburan

Kendati demikian, kondisi ekonomi keluarganya itu tak dijadikannya sebagai beban untuk menggapai kesuksesan. Hengky Kurniawan percaya bahwa ia pun bisa raih kesuksesan seperti orang lain.

Oleh sebab itu untuk mendapatkan uang, bapak tiga ini menggunakan hasil dari memulung untuk membeli barang-barang dan menjualnya kembali ke koperasi di sekolahnya.

"Tapi saya berpikir bahwa kita semua punya peluang untuk sukses. Mindset kita harus begitu, kalau oranglain bisa sukses kenapa kita enggak? Makanya uang dari hasil saya mulung, kemudian uang itu saya belikan barang dan saya jual di koperasi sekolah," paparnya.

"Kemudian setiap masa orientasi sekolah ada buku panduan, saya selalu menawarkan ke kepala sekolah biar saya yang menggarap untuk mencetak buku-buku itu," imbuh Hengky Kurniawan.

Baca Juga: Istri Jaga "Kandang", Hengky Kurniawan Pilih Tahun Baru dengan Bekerja

Perjuangan hidup Hengky Kurniawan ternyata tak sampai disitu. Ketika berhasil mengumpulkan uang, pria 35 tahun ini memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta, ia sempat menjadi supir dari ibu temannya sampai akhirnya mendapatkan tawaran menjadi pemeran di salah satu sinetron.

"Pas punya uang baru saya ke Jakarta. Pas di Jakarta pun enggak langsung punya pekerjaan. Saya pernah jualan kaos, pernah tinggal di rumah teman, bapaknya pejabat saya jadi supir ibunya, nganter ke pasar, dan bersih-bersih, tapi seiring waktu Allah kasih saya rezeki. Akhirnya dapat sinetron yang booming waktu itu, hoki juga waktu itu," tutupnya.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini