Lama Tak Muncul di TV, Panji Petualang Sibuk Kelola Konservasi Hewan

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Minggu 04 Februari 2018 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 03 33 1854125 lama-tak-muncul-di-tv-panji-petualang-sibuk-kelola-konservasi-hewan-mPsTxoOwtt.jpg Panji Sang Petualang (Foto: Instagram)

JAKARTA - Muhammad Panji atau yang dikenal sebagai Panji Petualang, beberapa waktu lalu sempat mengabarkan bahwa kondisi dirinya baik-baik saja. Sempat dikabarkan meninggal dunia karena diserang Komodo, mantan presenter acara petualangan di stasiun televisi MNC TV ini justru tengah sibuk dengan segudang aktivitas konservasi hewan.

Memilih untuk menetap di Purwakarta dan meninggalkan dunia hiburan Tanah Air, ternyata Panji kini tengah sibuk mengelola sebuah konservasi hewan di daerah Kuningan, Linggarjati, Jawa Barat. Bahkan konservasi hewan yang telah dibangun pada 2015 silam, dan berada di wilayah restoran JNJ ini diketahui sangat fokus kepada penyelamatan hewan yang dilindungi.

"Sekarang kesibukan aku sih lebih ke animal rescue, jadi aku mengembangkan suatu tempat di Kuningan, Jawa Barat sama partner aku. Di sana itu kita lebih fokus sama taman rekreasi dan penyelamatan hewan dilindungi," ungkap Panji kepada Okezone.

(Baca Juga: Bantah Kabar Meninggal, Alasan Panji Petualang Jadi Youtuber)

(Baca Juga: Jimmy Kimmel Terlibat Kecelakaan Mobil di Los Angeles)

Bapak dua anak ini menjelaskan bahwa misinya terhadap konservasi hewan lebih kepada mengatasi konflik antara satwa dan manusia. Dimana dirinya melakukan penyelamatan kepada hewan-hewan yang mengganggu dan habitatnya masuk ke lingkungan manusia.

Bahkan, Panji menjelaskan bahwa konservasi hewan yang ia kelola, bekerja sama dengan Taman Nasional, Balai Konservasi, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Basic-nya kami ini lebih ke mengatasi masalah konflik antara hewan ke manusia. Jadi di mana ketika hewan itu sudah sangat mengganggu dan habitatnya memang di luar dari daerah hutan, dan masuk ke lingkungan manusia, itu kita rescue. Kita ambil, kita simpan di farm. Kalau memang dia sudah tidak bisa bertahan hidup lagi. Tapi kalau misalkan dia masih bisa bertahan hidup lagi di alam, kita lepas ke tempat lainnya. Entah ke Taman Nasional atau ke wilayah konservasi lain di bawah naungan pemerintah tentunya," terangnya.

"Jadi posisinya kami membuka penangkaran bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, terkait penempatan jenis hewan dilindungi tentunya untuk masalah konservasi ke depannya," sambungnya.

Tak hentinya Panji melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi satwa, ternyata didorong dari rasa sayang dan peduli. Bahkan dalam video di akun YouTubenya, dimana ia mencoba untuk melakukan penanganan terhadap buaya berkalung ban di Palu, bapak dari Putri dan Aufa ini mengaku menggunakan uang pribadinya.

Menurutnya, dalam melakukan hal baik, ia tak perlu menunggu orang lain. Bahkan Panji menganggap bahwa jika dirinya bisa melakan hal baik dan bermanfaat, ia harus segera melakukan hal tersebut tanpa harus berbuntut pada sebuah organisasi sosial.

"Rasa peduli saya inilah yang mendorong kami untuk kenapa sih enggak kita melakukan kegiatan sosial tanpa harus ada embel-embel organisasi atau apa, kita lakuin sendiri. Dan sampai sekarang, yang masalah penanganan buaya di Palu itu aku mengeluarkan cost pribadiku bukan dari sponsor atau apa yang untuk evakuasinya di sana," paparnya.

"Jadi memang dasarnya saya sayang sama hewan-hewan itu, dan saya berfikir, ngapain nunggu orang. Ya selagi gue bisa boleh dong, kan saya melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk para hewan," tandasnya.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini