Image

Berpotensi Meresahkan, Malaysia Larang Penayangan Film Padmavaat

Dewanto Kironoputro, Jurnalis · Selasa 30 Januari 2018 11:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 30 206 1852054 berpotensi-meresahkan-malaysia-larang-penayangan-film-padmavaat-0DiRBz5Qqe.jpg Padmavaat (Foto: Hollywood Reporter)

JAKARTA – Romansa dan dinamika antar umat beragama dalam film Padmavaat (terkenal karena dibintangi aktris Deepika Padukone) jadi perhatian Badan Sensor Film Nasional Malaysia (LPF) saat film tersebut mulai didistribusi di sana.

- Baca Juga: Di Tengah Kontroversi, Film Padmaavat Duduki Posisi 3 Global Box Office

Alhasil, film tersebut harus dilarang tayang mulai akhir pekan lalu karena dianggap sensitif terhadap umat Islam.

Melansir Hollywood Reporter, M. Zamberi Abdul Aziz selaku chairman LPF menyatakan,”Storyline film tersebut (Padmavaat) sensitif bagi umat Islam. Ini sudah jadi kekhawatiran khusus di Malaysia, negara yang mayoritasnya beragama Islam.”

Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai poin-poin yang jadi perhatian LPF. Namun, film berdurasi 163 menit itu memang sempat menuai kontroversi di negara asalnya, India.

Saat dirilis pada 25 Januari lalu, seorang pemimpin golongan kasta tertentu menjanjikan hadiah uang sebesar INR50 juta (sekira Rp10,5 miliar) pada siapapun yang berhasil membunuh Padukone dan/atau sang sutradara, Sanjay Leela Bhansali. Bhansali sempat diserang saat tengah syuting film di kawasan Jaipur, Rajasthan.

Bagi yang penasaran, Padmavaat bercerita tentang seorang pemimpin Muslim bernama Alauddin Khilji (diperankan Ranveer Singh), yang berperang melawan raja Chittor berketurunan Rajput, yang punya istri bernama Rani Padmavati (diperankan Padukone), beragama Hindu.

Pemerintah India akhirnya memperbolehkan film tersebut tayang, namun mengharuskan kru mengklaim film itu tidak sesuai sejarah. Bhansali sempat membantah fokus pada isu agama, menyatakan bahwa ia hanya terinspirasi sebuah puisi lokal.

Ini bukan film pertama yang terancam batal tayang di Negeri Jiran tersebut. Sebelumnya, film Beauty and the Beast sempat dicibir lantaran penggambaran budaya gay/homoseksual, namun dikritik banyak pihak sehingga diperbolehkan tayang.

Padahal, negara Islam lain seperti Pakistan dan Dubai memperbolehkan Padmavaat ataupun Beauty and the Beast tayang tanpa sensor maupun potongan apapun.

Akhirnya, pihak distributor Padmavaat diminta hadir untuk audiensi dengan LPF pada Selasa (30/1/2018).

- Baca Juga: Tuai Kontroversi, Padmavati Tak Akan Dirilis Hingga April 2018

Padmavaat sendiri sudah tayang di Indonesia. Di pekan pertamanya di India, film besutan Viacom 18 (perusahaan joint venture India dan Amerika Serikat) itu sudah meraup box office sebesar INR535 juta (sekira Rp112,6 miliar).

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini