Anggap Ello Lebih Pantas Direhabilitasi, Pengacara: Dia Pecandu, Bukan Pengedar

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Rabu 03 Januari 2018 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 03 33 1839296 anggap-ello-lebih-pantas-direhabilitasi-pengacara-dia-pecandu-bukan-pengedar-ACVLIikGIT.jpg Ello (Foto: Instagram)

JAKARTA - Pembacaan tuntutan terhadap Marcello Tahitoe atau Ello dalam perkara narkoba memunculkan reaksi beragam dari tim kuasa hukum. Meski tetap menghormati tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Ello yakin Majelis Hakim akan mempertimbangkan hukuman rehabilitasi bagi kliennya dalam sidang putusan yang digelar 16 Januari 2018.

"Faktanya sudah jelas. Tidak ada indikasi klien kami Ello terlibat dalam peredaran narkotika. Itu hanya dikonsumsi sendiri," kata Chris di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai sidang tuntutan.

"Kita juga enggak bisa pungkiri ya, bahwa fakta persidangan Ello telah memakai bukan dalam waktu yang singkat. Sehingga proses rehabilitasi ini telah mengembalikan Ello menjadi bersih. Dia bisa bilang itu bermanfaat karena program yang ada di RSKO sangat profesional. Itu bisa dirasakan sendiri oleh siapa yang sedang direhab," lanjutnya.

(Baca Juga: Gal Gadot Hingga Emma Stone Ikut Kampanye Anti Kekerasan Seksual, Time's Up)

(Baca Juga: Jennifer Dunn Tertangkap Kasus Narkoba, Tetangga Tidak Heran)

Seperti diketahui, JPU menuntut Ello dengan pidana penjara satu tahun dikurangi masa tahanan. Tuntutan itu didasari pada pelanggaran Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atas penyalahgunaan narkotika golongan I yang dilakukan Ello.

Sementara terkait pertimbangan tuntutan pidana penjara selama satu tahun yang ditujukan pada Ello, JPU Herlangga Wisnu memiliki beberapa poin. Salah satunya seperti keinginan memberikan efek jera pada Ello yang sebagai figur publik dinilai tidak dapat memberikan contoh positif.

Sayang, anggapan itu dibantah tim kuasa hukum Ello yang lain, Afriyadi Putra usai jalannya sidang. Bagi Afriyadi, pemberian efek jera tidak melulu lewat opsi pemidanaan.

"Dia di dalam itu sudah mendapatkan efek jera. Waktu dan kehidupannya, harus berpisah dengan keluarga. Itu sudah efek jera," kata Afriyadi Putra.

(aln)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini