Status Sosial Jadi Pertimbangan Jaksa Tuntut Ello Dipidana karena Narkoba

Adiyoga Priambodo, Jurnalis · Selasa 02 Januari 2018 17:27 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 02 33 1838984 status-sosial-jadi-pertimbangan-jaksa-tuntut-ello-dipidana-karena-narkoba-EcY9fkuCfX.jpg Ello (Foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum resmi membacakan tuntutan untuk Marcello Tahitoe atau Ello terkait kasus narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (2/1/2018). Dalam sidang, JPU Herlangga Wisnu menuntut Ello dipidana penjara selama satu tahun lantaran dianggap terbukti melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai sidang, JPU Herlangga Wisnu memberikan penjelasan tentang hal-hal yang jadi pertimbangan dalam menyusun berkas tuntutan. Selain yang telah disampaikan dalam sidang, JPU Wisnu membeberkan alasan lain.

"Pertimbangannya tuntutan itu sesuai fakta persidangan. Ya ada hal yang memberatkan dari terdakwa. Kan terdakwa public figure," kata JPU Wisnu.

Baca Juga: Ello Kecewa Sidang Tuntutan Ditunda hingga 2018

Sebelumnya, JPU Herlangga Wisnu memang telah menyampaikan beberapa poin pertimbangan yang memberatkan Ello dalam menyusun berkas tuntutan. Salah satunya seperti penyalahgunaan ganja dari Ello yang dinilai mencederai upaya pemerintah dalam memerangi narkoba.

Ello sendiri terseret perkara narkoba usai kedapatan menyimpan dua paket sabu di rumah kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Barang bukti itu didapat saat polisi melakukan penggeledahan sekaligus penangkapan terhadap Ello pada 6 Agustus 2017.

Baca Juga: Menyesal Pakai Narkoba, Ello Memohon Agar Tidak Dipenjara

Selain lantaran faktor status sosial, JPU Wisnu juga berharap agar pidana penjara yang ia cantumkan dalam berkas tuntutan dapat memberikan efek jera bagi Ello. "Ya supaya tidak terulang lagi di kemudian hari," tukasnya.

Kini, nasib Ello tinggal bergantung pada kebijaksanaan Majelis Hakim dalam menetapkan putusan. Rencananya, sidang pembacaan putusan akan digelar dua pekan mendatang pada 16 Januari 2018.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini